KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Manajemen Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Air (ULPLTA) Koto Panjang menutup total dua pintu pelimpah (spillway gate) waduk pada Jumat (23/1/2026). Penutupan dilakukan mulai pukul 14.00 WIB seiring tren penurunan elevasi muka air waduk dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, dua pintu tersebut sempat dibuka setinggi 50 sentimeter. Namun, setelah dilakukan evaluasi teknis, operasional pintu pelimpah dihentikan sepenuhnya. Pelaksana Harian (Plh) Manager ULPLTA Koto Panjang, Daniel Marikki Sibagariang, mengatakan keputusan ini diambil berdasarkan hasil koordinasi dan pemantauan intensif tim teknis di lapangan.
“Penutupan pintu pelimpah dilakukan setelah kami mencermati tren penurunan muka air waduk. Demi menjaga kestabilan elevasi, dua pintu yang sebelumnya dibuka kini ditutup total,” ujar Daniel.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut akan berdampak langsung terhadap debit air Sungai Kampar, khususnya di wilayah hilir. Masyarakat yang beraktivitas di sekitar sungai diimbau untuk tetap waspada.
“Perkiraan penurunan permukaan air sungai di wilayah hilir berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter dari kondisi terakhir,” tambahnya.
Berdasarkan data operasional PLTA Koto Panjang, elevasi waduk terus mengalami penurunan sejak pagi hari. Pada pukul 07.00 WIB, elevasi tercatat di angka 79,85 mdpl dengan total outflow sebesar 441,93 meter kubik per detik. Kemudian pada pukul 13.00 WIB, elevasi turun menjadi 79,79 mdpl dengan inflow hanya 89,92 meter kubik per detik, sementara outflow mencapai 455,42 meter kubik per detik.
Baca Juga: Turun 110 Kasus, Ini Jumlah Stunting di Kabupaten Inhil Tahun 2025
Pascapenutupan pintu pelimpah, pada pukul 19.00 WIB elevasi kembali turun ke level 79,77 mdpl. Saat ini, air waduk hanya dialirkan melalui turbin pembangkit dengan debit sebesar 322,14 meter kubik per detik.
Manajemen PLTA Koto Panjang menyatakan akan terus memantau perkembangan debit air dari hulu guna memastikan kondisi waduk tetap aman serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat di sepanjang aliran Sungai Kampar.(kom)
Editor : Edwar Yaman