KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar merilis laporan harian kondisi bencana Hidrometeorologi pada Sabtu (7/2/2026) sore. Berdasarkan laporan tersebut, sejumlah wilayah di Kabupaten Kampar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menyampaikan, informasi tersebut mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Secara umum, kondisi cuaca di Kabupaten Kampar terpantau berawan.
“Suhu udara berkisar antara 28 hingga 29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 75 persen. Kecepatan angin sekitar 14 kilometer per jam dengan arah angin dari Barat Laut dan jarak pandang sejauh 8 kilometer,” jelas Adi Candra.
Ia menambahkan, BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kampar. Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kecamatan Siak Hulu, Kampar Kiri Hilir, Tapung Hilir, Tapung, Tambang, XIII Koto Kampar, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hulu, Perhentian Raja, dan Koto Kampar Hulu.
“Sementara itu, hasil pemantauan titik panas atau hotspot di wilayah Kabupaten Kampar dilaporkan nihil,” tambahnya.
Berdasarkan pemantauan Kampar Flood Watch, kondisi cuaca di Kecamatan Bangkinang terpantau awan pecah dengan suhu udara 25 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 85 persen. Kecepatan angin tercatat 0,5 meter per detik dan kondisi wilayah masih dinyatakan aman. Namun demikian, peluang terjadinya hujan mencapai 90 persen.
Hujan diperkirakan terjadi pada pukul 19.00 WIB dengan peluang sebesar 90 persen di sejumlah kecamatan, di antaranya Bangkinang, Bangkinang Seberang, Gunung Sahilan, Kampar Kiri Hulu, Koto Kampar Hulu, Kuok, Perhentian Raja, Siak Hulu, Tambang, Tapung, Tapung Hilir, dan Tapung Hulu.
BPBD Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor, serta terus memantau informasi resmi dari instansi terkait.(kom)
Editor : Edwar Yaman