Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kebakaran Lahan di Desa Rimbo Panjang Meluas Lebih 10 Hektare, BPBD Kampar Lanjutkan Pemadaman Hari Kedua

Kamaruddin • Kamis, 12 Februari 2026 | 23:30 WIB
Satgas TRC BPBD Kampar bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat setempat melakukan  pemadaman kebakaran lahan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kampar, Kamis (12/2/2026).
Satgas TRC BPBD Kampar bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat setempat melakukan pemadaman kebakaran lahan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kampar, Kamis (12/2/2026).

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Kebakaran lahan kembali terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, dan hingga hari kedua penanganan (H2), api masih terpantau hidup serta menimbulkan asap di sejumlah titik, Kamis (12/2/2026).

Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai lebih dari 10 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kampar Adi Candra Lukita menjelaskan bahwa kebakaran terjadi di lahan milik masyarakat dengan karakteristik lahan mineral gambut.

Vegetasi yang terbakar didominasi oleh semak belukar, sehingga api dengan mudah merambat, termasuk ke lapisan bawah permukaan tanah.

“Api hingga saat ini masih terpantau hidup dan menimbulkan asap di beberapa titik. Petugas masih terus melakukan upaya pemadaman lanjutan di lokasi kejadian,” ujar Adi Candra.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Satgas TRC BPBD Kampar bersama unsur TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat setempat terus melakukan upaya penanganan di lapangan.

Upaya yang dilakukan meliputi pemadaman langsung, penyekatan api, serta blocking untuk mencegah meluasnya area kebakaran.

Namun demikian, proses pemadaman dihadapkan pada sejumlah kendala, terutama terbatasnya sumber air di sekitar lokasi kejadian. Kondisi tersebut menyebabkan petugas harus bekerja ekstra dalam melakukan suplai air untuk pemadaman.

“Pemadaman dilakukan dengan dukungan sarana dan prasarana berupa satu unit mobil angkut milik BPBD, mesin pompa air, serta selang dan nozzle pemadam. Kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan,” jelasnya.

Adi Candra menambahkan, BPBD Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan secara intensif, mengingat masih adanya potensi hotspot di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.

Selain itu, BPBD juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena dapat berdampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, dan keselamatan bersama,” tutup Adi Candra. (kom)

Editor : M. Erizal
#Karhutla di Kampar #rimbo panjang #Karhutla di Kampar Belum Padam #karhutla kampar