BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan bahwa hingga Jumat (13/2/2026) pukul 16.00 WIB, tidak terdapat kejadian bencana di seluruh wilayah Kabupaten Kampar.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita menjelaskan, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, kondisi cuaca di Kabupaten Kampar diperkirakan berawan.
Suhu udara berada pada kisaran 29–30 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan 62 persen dan kecepatan angin 2 kilometer per jam dari arah barat laut. Jarak pandang dilaporkan mencapai 9 kilometer.
Meski demikian, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain XIII Koto Kampar, Kuok, Kampar Kiri, dan dapat meluas ke Bangkinang Kota, Kampar, Kampar Kiri Hilir, Kampar Kiri Hulu, Salo, Rumbio Jaya, Kampar Timur, Kampar Utara, Kampar Kiri Tengah, hingga Gunung Sahilan.
Sementara itu, hasil pemantauan menunjukkan titik panas (hotspot) nihil di seluruh wilayah Kabupaten Kampar.
Untuk kualitas udara, data Air Quality Monitoring System (AQMS) Kabupaten Kampar pada pukul 16.00 WIB mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebesar 92 atau berada pada kategori sedang, dengan parameter kritis PM2,5.
BPBD Kampar juga menyampaikan pembaruan kondisi PLTA Koto Panjang. Pada pukul 13.00 WIB, elevasi waduk tercatat 77,49 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Adapun debit air keluar (outflow) turbin sebesar 323,40 meter kubik per detik, sementara debit air masuk (inflow) waduk mencapai 140,65 meter kubik per detik.
BPBD Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat atau kejadian kebencanaan di lingkungan sekitar. (kom)
Editor : M. Erizal