Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Balimau Kasai Jadi Ajang Silaturahmi, Bupati Kampar Wacanakan Masuk Kalender Wisata

Kamaruddin • Rabu, 18 Februari 2026 | 21:50 WIB
Bupati Kabupaten Kampar Ahmad Yuzar bersama istri Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar menghadiri Balimau Kasai Kampar di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, Rabu (18/2/2026).
Bupati Kabupaten Kampar Ahmad Yuzar bersama istri Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar menghadiri Balimau Kasai Kampar di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, Rabu (18/2/2026).

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Ribuan orang memadati Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, Rabu (18/2/2026), untuk mengikuti tradisi tahunan Balimau Kasai Kabupaten Kampar yang dihadiri langsung oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar bersama istri, Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, dalam suasana penuh kebersamaan menjelang bulan suci Ramadan.

Tradisi tahunan tersebut disambut antusias oleh ribuan orang yang memadati lokasi acara dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj Seka Ardi Mardiansyah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Kampar Lumkansyah Badoe, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kampar Afdal, Kalaksa BPBD Ir Azwan, Kepala Dinas Sosial Agustar, Camat Kampar Shendi Septian, unsur Forkopimcam, serta para tokoh masyarakat setempat.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar menyampaikan bahwa tradisi Balimau Kasai atau balimau bakasai merupakan warisan budaya masyarakat Kabupaten Kampar yang telah dilaksanakan secara turun-temurun sebagai simbol penyucian diri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

“Balimau bakasai adalah tradisi masyarakat Kabupaten Kampar untuk mensucikan diri sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Tradisi ini patut kita lestarikan karena merupakan bagian dari kekayaan budaya lokal dan menjadi ciri khas daerah kita,” ujar Bupati.

Ia menegaskan bahwa Balimau Kasai tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki makna sosial yang kuat sebagai momentum mempererat silaturahmi antar masyarakat.

Tradisi ini juga menjadi ajang berkumpulnya masyarakat Kampar yang merantau untuk pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.

“Balimau Kasai menjadi ajang silaturahmi. Banyak saudara-saudara kita yang merantau kembali ke kampung halaman untuk mengikuti tradisi ini. Hal ini mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan kekeluargaan di Kabupaten Kampar,” tambahnya.

Bupati menyampaikan bahwa ke depan Balimau Kasai akan dimasukkan secara resmi ke dalam kalender pariwisata Kabupaten Kampar sebagai agenda tahunan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus mendorong peningkatan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan, serta semangat kebersamaan.

“Mari kita sambut bulan Ramadan dengan hati yang suci, mempererat ukhuwah, meningkatkan ibadah, serta menjaga kondusivitas daerah agar suasana Ramadan di Kabupaten Kampar berlangsung aman, nyaman, dan penuh keberkahan,” tegasnya. (kom)

Editor : M. Erizal
#bupati kampar #balimau kasai #kampar #mandi balimau