KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Dalam rangka mendukung pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran serta berbagai aktivitas masyarakat selama perayaan Idulfitri 1447 H/2026 M, Pemerintah Kabupaten Kampar mendirikan delapan pos pengamanan terpadu di sejumlah wilayah.
Pos pengamanan tersebut tersebar di beberapa titik strategis, yakni di Bangkinang Kota, perbatasan XIII Koto Kampar, pintu Tol XIII Koto Kampar, pintu Tol Sungai Pinang, Siak Hulu, Tapung, Kampar Kiri, serta di kawasan Tugu Nanas di depan SPBU. Selain itu, juga didirikan satu pos pengamanan tambahan di Pasar Kuok.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar Aidil melalui Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kampar Edi Yusri mengatakan setiap pos pengamanan akan dijaga oleh empat personel Dishub yang bertugas secara bergantian selama 24 jam.
“Untuk pengamanan mudik tahun ini, kami menyiagakan personel di setiap posko. Ada empat personel dari Dishub yang bertugas melakukan pemantauan dan membantu pengaturan lalu lintas,” ujar Edi Yusri, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, khusus untuk kawasan Bangkinang Kota jumlah personel yang disiagakan lebih banyak dibandingkan posko lainnya karena wilayah tersebut merupakan pusat aktivitas masyarakat.
“Untuk di Bangkinang Kota personelnya lebih banyak, sekitar enam orang, karena kita fokus pada pengendalian lalu lintas di pusat kota,” jelasnya.
Edi menambahkan, pengamanan mudik Lebaran tahun ini berlangsung selama 14 hari, dimulai dari H-7 hingga H+7 Idulfitri.
Dishub Kampar juga telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi terjadi kemacetan selama arus mudik maupun arus balik, terutama di kawasan pasar tumpah, pusat keramaian, serta jalur menuju pintu tol.
“Potensi kemacetan biasanya terjadi di kawasan pasar tumpah dan pusat aktivitas masyarakat, termasuk jalur menuju pintu tol,” katanya.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Dishub Kampar menyiagakan personel beserta perlengkapan pengaturan lalu lintas di lapangan. Jika terjadi kemacetan, petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas menyesuaikan kondisi di lapangan.
“Kami menyiagakan personel di setiap titik. Jika terjadi kemacetan, akan dilakukan rekayasa lalu lintas sesuai situasi di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama berkendara.
“Kami mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun berwisata agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan daripada kecepatan,” katanya.
Selain itu, pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan serta kesehatan fisik sebelum melakukan perjalanan jauh.
“Pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan stamina tubuh juga siap. Jika merasa lelah, silakan beristirahat di pos-pos yang telah disediakan karena di sana juga tersedia layanan kesehatan,” pungkasnya.
Dalam pengamanan mudik tahun ini, sebanyak 135 personel gabungan dari Dishub, TNI/Polri, Satpol PP, BPBD, tim kesehatan, serta Jasa Raharja dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H/2026. (kom)
Editor : M. Erizal