Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jelang Berangkat ke Tanah Suci, 56 Karom dan Karu Dibekali Tugas Strategis Dampingi 452 JCH Kampar

Kamaruddin • Selasa, 7 April 2026 | 14:15 WIB
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar menggelar pembekalan bagi Karom dan Karu di Aula Lantai II Gedung PLHUT Kemenag Kampar, Selasa (7/4/2026).(Kemenhaj untuk Riaupos.co)
Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar menggelar pembekalan bagi Karom dan Karu di Aula Lantai II Gedung PLHUT Kemenag Kampar, Selasa (7/4/2026).(Kemenhaj untuk Riaupos.co)

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Menjelang keberangkatan ratusan Jemaah Calon Haji (JCH), Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar menggelar pembekalan bagi Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) di Aula Lantai II Gedung PLHUT Kemenag Kampar, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Di baliknya, tersimpan tanggung jawab besar yang akan diemban oleh 56 petugas inti, terdiri dari 11 Karom dan 45 Karu, yang akan menjadi ujung tombak dalam mengawal 452 JCH Kampar menuju Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar H Dirhamsyah menegaskan, peran Karom dan Karu sangat krusial dalam keseluruhan proses ibadah haji.

Baca Juga: Promo Service “Back to Work” Suzuki, Mulai dari Rp400 Ribuan

“Karom dan Karu bukan hanya mengatur barisan. Mereka adalah penghubung utama antara jemaah dengan petugas resmi, sekaligus penanggung jawab ketertiban dan kekompakan di lapangan,” tegasnya.

Dirhamsyah menambahkan, dalam skema pemberangkatan haji yang kompleks, Karom dan Karu menjadi garda terdepan. Mereka harus memastikan setiap jemaah mengetahui jadwal dan tahapan perjalanan,
tetap dalam kelompoknya, serta mendapatkan pendampingan, terutama bagi jemaah lanjut usia.

"Dengan pembagian kloter yang berbeda dan jumlah jemaah yang tidak sedikit, keberadaan Karom dan Karu menjadi faktor penentu apakah perjalanan berjalan lancar atau justru diwarnai kebingungan di lapangan," jelas Dirhamsyah.

Baca Juga: Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Pekan Ini Tembus Rp4.075 per Kg

Dirhamsyah menekankan,  bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya ditentukan oleh kesiapan administrasi, tetapi juga oleh kekuatan koordinasi di tingkat bawah.

Mulai dari titik keberangkatan di Bangkinang, perjalanan menuju embarkasi Batam, hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, seluruhnya membutuhkan komunikasi yang solid antara petugas dan jamaah.

“Jika Karom dan Karu bekerja maksimal, maka potensi masalah bisa diminimalisir. Tapi jika tidak, dampaknya langsung dirasakan jamaah,” ujarnya.(kom)

 

Editor : Edwar Yaman
#kementerian haji dan umrah #tanah suci #jch kampar