BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Pasangan suami istri Arsa Putra (51) dan Wirdatul Jannah, warga Dusun Sungai Tibun, Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, menjadi sorotan publik setelah memberi nama putra mereka Ali Khamenei.
Bayi laki-laki tersebut lahir di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Bunda Anisyah pada Selasa (24/3/2026) pukul 21.50 WIB dengan berat 2.6 Kg dan panjang 47 sentimeter, berdasarkan surat keterangan kelahiran dari pihak rumah sakit.
Arsa mengungkapkan, sebelum menetapkan nama tersebut, ia terlebih dahulu meminta izin kepada Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Permohonan itu kemudian mendapat persetujuan dari pihak kedutaan.
Baca Juga: Jelang Berangkat ke Tanah Suci, 56 Karom dan Karu Dibekali Tugas Strategis Dampingi 452 JCH Kampar
Bahkan pada Selasa (7/4/2026), perwakilan Kedutaan Iran sempat mengunjungi kediaman Arsa untuk menyampaikan ucapan selamat sekaligus doa bagi bayi yang baru lahir tersebut.
"Saya memberikan nama Ali Khamenei karena sering membaca biografi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei," ujar Arsa, Kamis (9/4/2026).
Ia berharap nama tersebut menjadi doa agar putranya tumbuh menjadi pribadi berilmu dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Menurut Arsa, tokoh yang menjadi inspirasi nama anaknya dikenal sebagai ulama dan pemimpin yang memberi perhatian pada pendidikan keagamaan, termasuk penghafal Alquran. Ia berharap putranya kelak dapat memberi pengaruh positif bagi masyarakat.
Ayatollah Ali Khamenei (1939–2026) merupakan Pemimpin Tertinggi Iran sejak 1989 hingga wafat pada 28 Februari 2026. Ia sebelumnya menjabat sebagai Presiden Iran periode 1981–1989 dan dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam struktur politik Republik Islam Iran.
Khamenei terlibat dalam gerakan Revolusi Iran sebelum 1979 dan merupakan murid dari Ruhollah Khomeini. Setelah wafatnya Khomeini pada 1989, ia diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran melalui keputusan Majelis Ahli.
Sebagai pemimpin tertinggi, ia memiliki kewenangan luas dalam bidang politik, militer, dan kebijakan luar negeri Iran. Masa kepemimpinannya berlangsung lebih dari tiga dekade dan menjadi salah satu yang terlama dalam sejarah negara tersebut.
Setelah wafatnya pada Februari 2026 dalam serangan udara di Teheran di tengah konflik kawasan, posisi Pemimpin Tertinggi Iran kemudian diisi oleh putranya, Mojtaba Khamenei, melalui proses pemilihan oleh Majelis Ahli Iran pada awal Maret 2026.