BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Pemerintah Kabupaten Kampar memastikan akan segera merehabilitasi jembatan penghubung Desa Lubuk Agung dengan Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, menyusul kondisi konstruksi jembatan yang sudah mengalami kerusakan dan dinilai membahayakan pengguna.
Perbaikan ini menjadi prioritas karena akses tersebut merupakan jalur vital yang digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi dan mobilitas harian. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar Afrudin Amga mengatakan, rehabilitasi jembatan tersebut sudah masuk dalam perencanaan kegiatan tahun anggaran 2026 dan saat ini proses administrasi pelaksanaan tengah berjalan.
Menurutnya, langkah rehabilitasi segera dilakukan agar jembatan dapat kembali difungsikan secara optimal oleh masyarakat dalam waktu dekat. "Memang kondisi jembatan sudah tidak layak, sehingga perlu segera kita lakukan perbaikan. Ini penting karena masyarakat sangat membutuhkan akses tersebut," ujar Amga, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Delapan Desa di Kampar Kiri Hulu Terdampak Banjir Bandang Akibat Luapan Sungai Subayang
Ia menjelaskan, pekerjaan yang akan dilakukan bukan berupa pembangunan ulang secara total, melainkan rehabilitasi dengan mengganti bagian-bagian konstruksi yang sudah mengalami kerusakan cukup parah dan tidak lagi aman digunakan.
Dengan pola rehabilitasi tersebut, pemerintah daerah menargetkan proses perbaikan dapat berlangsung lebih cepat sehingga akses penghubung antar desa kembali normal tanpa harus menunggu waktu pembangunan yang terlalu lama. "Kita akan mengganti bagian-bagian yang rusak agar jembatan bisa kembali difungsikan dengan baik," jelasnya.
Jembatan penghubung Desa Lubuk Agung dan Desa Sungai Sarik diketahui memiliki peran strategis bagi masyarakat setempat, terutama sebagai jalur distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, serta mobilitas warga menuju pusat pelayanan pemerintahan dan ekonomi di wilayah Kecamatan Kampar Kiri.
Baca Juga: Atasi Banjir Sidomulyo, Pemko Pekanbaru Koordinasi dengan Pemprov Riau Soal Drainase
Karena itu, keberadaan jembatan yang layak dan aman dinilai sangat penting dalam menunjang kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari. Selain memastikan percepatan pelaksanaan rehabilitasi, Amga juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga kondisi infrastruktur dengan menggunakan jembatan sesuai kapasitas beban yang telah ditentukan.
Ia menegaskan kendaraan bermuatan berlebih menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan struktur jembatan maupun badan jalan di sekitarnya. "Gunakan jembatan sesuai kemampuan. Hindari kendaraan bermuatan berlebih karena itu bisa merusak jembatan dan jalan," tegasnya.
Saat ini, Dinas PUPR Kabupaten Kampar terus menyiapkan tahapan administrasi agar proses pekerjaan dapat segera dimulai. Pemerintah daerah bahkan menargetkan pelaksanaan rehabilitasi sudah dapat berjalan dalam bulan ini sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Bawang Putih Baik untuk Kesehatan Jantung dan Pengendalian Gula Darah, Simak Manfaat Lainnya
Pemerintah Kabupaten Kampar berharap perbaikan jembatan tersebut nantinya dapat meningkatkan kelancaran konektivitas antarwilayah serta mendukung pertumbuhan aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Kampar Kiri secara lebih optimal.
Editor : Rinaldi