KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kampar melaporkan kondisi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kampar hingga Selasa (21/4/2026) sote dalam status nihil kejadian bencana. Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang.
Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, cuaca di wilayah Kampar diperkirakan berawan dengan suhu sekitar 24–25°C, kelembapan mencapai 92 persen, dan kecepatan angin sekitar 3 km/jam dari arah barat.
"Potensi hujan disertai petir diprediksi terjadi di sejumlah kecamatan, di antaranya Bangkinang Kota, Kampar, Kuok, Salo, Rumbio Jaya, Kampar Timur, Kampar Utara, XIII Koto Kampar, Siak Hulu, Tapung, Tapung Hulu, hingga Gunung Sahilan," jelas Adi Candra.
Sementara itu, kualitas udara di Kabupaten Kampar berdasarkan data ISPU tercatat pada angka 91 dengan kategori sedang, dengan parameter dominan PM2,5.
BPBD juga melaporkan perkembangan kondisi waduk di PLTA Koto Panjang. Pada pukul 13.00 WIB, elevasi permukaan air tercatat 81,60 mdpl, dengan inflow sebesar 495,15 m³/detik dan outflow turbin sebesar 187,58 m³/detik. Data ini terus dipantau sebagai bagian dari langkah mitigasi potensi risiko hidrologi di wilayah hilir.
Selain pemantauan cuaca dan kondisi waduk, BPBD Kabupaten Kampar juga melaksanakan penandatanganan kerja sama dengan FMIPA Universitas Riau terkait pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan kapasitas penanggulangan bencana di wilayah daerah.
Baca Juga: Dominik Szoboszlai Tetap Enjoy meski Kontrak Barunya di Liverpool Belum Ada Progres Nyata
Adi Candra menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca dan potensi risiko bencana sebagai langkah antisipasi dini.
“Masyarakat diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah,” ujarnya.(kom)
Editor : Edwar Yaman