BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan kondisi bencana hidrometeorologi di wilayahnya hingga Sabtu (9/5/2026) sore masih dalam keadaan aman dan terkendali.
Meski belum ada kejadian bencana, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra mengatakan, berdasarkan laporan harian BPBD, tidak terdapat kejadian bencana di Kabupaten Kampar. "Namun masyarakat tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem," ujar Adi Candra.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Kampar diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan dengan suhu berkisar 26 hingga 30 derajat Celsius dan tingkat kelembapan udara mencapai 69 persen.
Meski kondisi cuaca relatif aman, BPBD Kampar mencatat adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Beberapa kecamatan yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem tersebut antara lain XIII Koto Kampar, Siak Hulu, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hilir, Tapung, Tapung Hilir, Salo, Kampar Kiri Tengah, dan Gunung Sahilan.
Baca Juga: Hujan Lebat, Ruas Jalan Protokol Pekanbaru Macet dan Banjir
Sementara itu, BPBD Kampar juga melaporkan tidak ditemukan titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kampar. Adapun kualitas udara berdasarkan data AQMS/ISPU berada pada angka 98 dengan kategori sedang, dengan parameter dominan berasal dari partikel PM2,5.
Untuk kondisi Waduk PLTA Koto Panjang pada pukul 13.00 WIB, elevasi muka air tercatat berada di angka 82,15 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sedangkan outflow turbin dan inflow waduk masing-masing tercatat sebesar 229,10 meter kubik per detik.
Adi Candra menegaskan BPBD Kampar terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi wilayah guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.
Editor : Rinaldi