KAMPAR (RIAUPOS CO) – Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak Keswan) Kabupaten Kampar membentuk tim khusus pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Sebanyak 1.063 titik pemotongan hewan kurban yang tersebar di 21 kecamatan akan menjadi sasaran pengawasan petugas.
Kepala Dinas Disbunnak Keswan Marahalim melalui Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Disbunnak Kampar Azto SPt mengatakan, pengawasan akan dimulai sejak H-7 Iduladha dengan melakukan monitoring terhadap pedagang dan pengumpul hewan kurban.
“Biasanya data pedagang hewan kurban sudah ada di Disbunnak, sehingga memudahkan petugas melakukan pengawasan,” ujar Azto di Bangkinang, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan secara klinis dengan memperhatikan kondisi fisik hewan, seperti pemeriksaan mulut dan kuku untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.
Selain memastikan kesehatan hewan, petugas juga akan memeriksa syarat umur hewan kurban melalui susunan gigi. Hewan dinyatakan layak dijadikan kurban apabila telah mengalami pergantian dua gigi seri atas.
Baca Juga: OJK Proyeksikan Bunga Kredit Turun Lagi
“Jika sudah berganti dua gigi seri atas, maka hewan tersebut sudah layak dijadikan hewan kurban,” jelasnya.
Disbunnak Keswan Kampar juga akan menelusuri asal hewan kurban guna memastikan kesehatan dan kelayakannya sebelum disembelih.
Dalam proses pengawasan, petugas akan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem. Pemeriksaan ante mortem dilakukan sebelum penyembelihan untuk memastikan kondisi kesehatan hewan, sedangkan pemeriksaan post mortem dilakukan setelah penyembelihan guna memastikan daging aman dikonsumsi masyarakat.
Baca Juga: Maison Blush Wedding Showcase Sukses Digelar di Living World Pekanbaru
Untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan tersebut, Disbunnak Keswan Kampar bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Riau Wilayah Kampar dengan melibatkan sekitar 20 petugas.
“PDHI Cabang Riau wilayah Kampar nantinya akan memeriksa hewan kurban sesuai wilayah domisili masing-masing dan hasilnya tetap dilaporkan ke Disbunnak Keswan Kampar,” tambah Azto.
Selain itu, Disbunnak Keswan Kampar mengimbau panitia dan penyelenggara kurban agar lebih mengutamakan hewan jantan untuk disembelih. Menurut Azto, hewan betina masih produktif dan diperlukan sebagai indukan untuk menjaga populasi ternak.
Baca Juga: JNE Serahkan Sepeda Motor untuk Kurir yang Alami Musibah Pembegalan
“Ini penting untuk menjaga keberlangsungan populasi ternak, karena hewan betina masih sangat dibutuhkan untuk perkembangbiakan,” tutupnya. (kom)
Editor : M. Erizal