Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi, BPBD Kampar Tingkatkan Pemantauan

Kamaruddin • Rabu, 13 Mei 2026 | 17:35 WIB
Ilustrasi petugas BPBD memadamkan api karhutla. Hingga saat ini Kabupaten Kampar bebas bahaya bencana hidrometeorologi. (Dok Riaupos.co)
Ilustrasi petugas BPBD memadamkan api karhutla. Hingga saat ini Kabupaten Kampar bebas bahaya bencana hidrometeorologi. (Dok Riaupos.co)

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar memastikan kondisi bencana hidrometeorologi di wilayahnya hingga Rabu (13/5/2026) sore masih aman dan terkendali. 

Berdasarkan laporan harian BPBD, tidak ditemukan kejadian bencana maupun titik panas (hotspot) di seluruh wilayah kabupaten.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga: Destinasi Wisata Tanjung Belit Kampar Raih Nominasi API Awards 2026

"Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, wilayah Kabupaten Kampar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah daerah," ujar Adi Candra.

Ia menjelaskan, suhu udara di wilayah Kampar diperkirakan berkisar antara 27 hingga 29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara mencapai 96 persen.

Sementara itu, kualitas udara di Kabupaten Kampar berada pada kategori sedang. Berdasarkan data AQMS/ISPU, nilai ISPU tercatat berada di angka 96 dengan parameter dominan PM2,5.

Baca Juga: Begini Cara Pilih Hewan Kurban yang Tepat Menurut Dosen UMM, Jangan Tertipu hanya Melihat Badan Besar Saja

BPBD juga menyampaikan perkembangan kondisi Waduk PLTA Koto Panjang per pukul 13.00 WIB. Elevasi waduk tercatat berada di angka 82,27 mdpl, dengan outflow turbin sebesar 219,42 meter kubik per detik dan inflow waduk mencapai 526,99 meter kubik per detik.

Adi Candra menegaskan BPBD terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan kondisi wilayah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi. "Masyarakat diimbau tetap berhati-hati, terutama saat terjadi hujan deras yang disertai angin kencang," tutupnya.

 

Editor : Rinaldi
#bpbd kampar #cuaca ekstrem #potensi bencana