BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- BPBD Kabupaten Kampar memastikan kondisi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kampar hingga Selasa (19/5/2026) sore masih dalam keadaan aman dan nihil kejadian bencana. Meski demikian, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar, Azwan melalui Kepala Pusdalops PB, Adi Candra Lukitas, menjelaskan berdasarkan laporan harian BPBD, kondisi cuaca di wilayah Kampar secara umum cerah dengan suhu berkisar 32 hingga 33 derajat Celsius.
"Kelembapan udara mencapai 66 persen dengan kecepatan angin sekitar 4,8 kilometer per jam yang bergerak dari arah utara," ujar Adi Candra.
Baca Juga: Pemkab Kepulauan Meranti Tepis Kabar Telah Terima Dana Reboisasi Rp23,15 Miliar
Meski cuaca terpantau cerah, BMKG tetap mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah kecamatan.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kecamatan Kampar Kiri Hulu, XIII Koto Kampar, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hilir, Kampar Kiri Tengah, dan Gunung Sahilan.
Selain kondisi cuaca, BPBD Kampar juga memantau kualitas udara di wilayah tersebut. Berdasarkan data AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada pukul 15.00 WIB, nilai ISPU tercatat berada pada angka 91 atau masuk kategori sedang, dengan parameter kritis berasal dari partikel PM 2,5.
Baca Juga: Setelah Tenggelam 24 Jam, Pegawai PNM Pelalawan Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Indragiri
Sementara itu, kondisi terkini PLTA Koto Panjang pada Selasa (19/5/2026) pukul 13.00 WIB menunjukkan elevasi waduk berada di angka 82,37 meter di atas permukaan laut (mdpl). Outflow turbin tercatat sebesar 324,68 meter kubik per detik, sedangkan inflow waduk mencapai 17,11 meter kubik per detik.
BPBD Kampar memastikan tidak terdapat titik hotspot maupun kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar.
"Pemantauan terhadap perkembangan cuaca, kualitas udara, dan elevasi waduk PLTA Koto Panjang terus dilakukan bersama instansi terkait," tegas Adi Candra.
Editor : Rinaldi