KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar memastikan hingga Sabtu (30/5/2026) sore belum terdapat kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar.
Meski kondisi secara umum masih aman dan terkendali, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), Adi Candra Lukita, mengatakan hasil pemantauan cuaca menunjukkan sebagian wilayah Kampar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Baca Juga: Relawan Muda Caraka Gelar Kurban Bersama di Kelurahan Sialang Rampai Pekanbaru
"Walaupun belum ada laporan kejadian bencana, masyarakat tetap perlu waspada terhadap perubahan cuaca yang berpotensi menimbulkan genangan, pohon tumbang, maupun gangguan aktivitas lainnya," ujar Adi Candra.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, kondisi cuaca di Kabupaten Kampar pada Sabtu sore terpantau cerah berawan dengan suhu udara berkisar 31 hingga 32 derajat Celsius. Kelembapan udara mencapai 65 persen, sementara angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan sekitar 1,2 kilometer per jam.
Dari hasil pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BPBD Kabupaten Kampar juga mencatat tidak ditemukan titik panas (hotspot) di wilayah Kampar. Kondisi ini menunjukkan potensi karhutla masih terkendali.
Sementara itu, kualitas udara berdasarkan data Air Quality Monitoring System (AQMS) atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada pukul 15.00 WIB berada pada angka 91 atau kategori sedang. Parameter pencemar dominan berasal dari partikulat halus PM2,5.
Baca Juga: Karhutla Muncul di Pangkalan Kerinci, Tim Gabungan dan Fire Fighter RAPP Berhasil Padamkan Titik Api
Pada sektor sumber daya air, kondisi Waduk PLTA Koto Panjang terpantau stabil. Berdasarkan data pukul 13.00 WIB, elevasi waduk berada pada level 81,39 meter di atas permukaan laut (mdpl). Debit air masuk (inflow) dan debit air keluar melalui turbin (outflow) tercatat sama, yakni sebesar 218,84 meter kubik per detik.
Menurut Adi Candra, BPBD Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca, kondisi waduk PLTA Koto Panjang, serta potensi munculnya titik panas sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi maupun kebakaran hutan dan lahan.
"Hingga saat ini kondisi Kabupaten Kampar masih aman dan terkendali. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi cuaca resmi dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kejadian bencana di lingkungan masing-masing," tegasnya.(kom)
Baca Juga: Tidak Ada Hotspot di Kampar, Namun Warga Diminta Waspadai Cuaca Buruk
Editor : Edwar Yaman