Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi, BPBD Kampar Minta Warga Tetap Waspada

Kamaruddin • Rabu, 10 Juni 2026 | 21:56 WIB
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Istimewa)
Ilustrasi cuaca ekstrem. (Istimewa)

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar memastikan belum terdapat kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar hingga Rabu (10/6/2026) sore. 

Meski demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, kondisi cuaca di Kabupaten Kampar diperkirakan berawan dengan suhu berkisar 30–31 derajat Celsius, kelembapan udara 73 persen, serta kecepatan angin mencapai 8 kilometer per jam dari arah tenggara.

Baca Juga: Porprov Riau Kembali Dibahas, Kabupaten/Kota Antusias

BPBD juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di sejumlah wilayah, antara lain Bangkinang Kota, Kampar, Tambang, XIII Koto Kampar, Kuok, Siak Hulu, Tapung, Tapung Hilir, Tapung Hulu, Salo, Rumbio Jaya, Perhentian Raja, Kampar Timur, Kampar Utara, Gunung Sahilan, dan Koto Kampar Hulu.

Selain itu, BPBD mencatat tidak terdapat titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kampar pada periode laporan tersebut. Sementara kualitas udara berdasarkan data AQMS/ISPU berada pada angka 85 atau kategori sedang, dengan parameter kritis PM2,5.

Pada sektor sumber daya air, elevasi Waduk PLTA Koto Panjang pada pukul 07.00 WIB tercatat berada pada level 80,88 meter di atas permukaan laut (mdpl). Debit aliran masuk (inflow) dan aliran keluar melalui turbin (outflow) masing-masing tercatat sebesar 60,53 meter kubik per detik.

Baca Juga: Pengguna BBM Nonsubsidi Keluhkan Kenaikan Tanpa Sosialisasi 

Adi Candra mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana.

"Meskipun belum ada kejadian bencana yang dilaporkan, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sewaktu-waktu," ujarnya. (kom)

Editor : M. Erizal
#bpbd kampar #cuaca ekstrem