KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Antrean kendaraan di SPBU 14.282.62 Bangkinang terpantau masih normal meskipun harga BBM nonsubsidi Pertamax 92 telah mencapai Rp17.000 per liter. Mayoritas pengendara masih memilih mengisi Pertalite yang dijual dengan harga Rp10.000 per liter.
Salah seorang warga Bangkinang, Iqbal, mengaku khawatir kenaikan harga Pertamax akan membuat semakin banyak masyarakat beralih ke Pertalite. Kondisi tersebut dikhawatirkannya dapat mempercepat habisnya kuota BBM subsidi sebelum akhir bulan.
Menurut Iqbal, pengalaman bulan lalu menunjukkan kuota Pertalite sempat habis sebelum masa distribusi bulanan berakhir. Jika kondisi serupa kembali terjadi, masyarakat akan menghadapi kesulitan mendapatkan BBM dengan harga terjangkau.
“Kalau dulu saat Pertalite habis, saya masih mempertimbangkan mengisi Pertamax karena harganya sekitar Rp12.900 per liter. Namun sekarang harganya sudah mencapai Rp17.000 per liter, tentu sangat memberatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kenaikan harga BBM turut memberikan dampak besar terhadap kondisi perekonomian masyarakat.
Biaya transportasi yang meningkat dinilai akan berpengaruh pada pengeluaran sehari-hari, terutama bagi warga yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan beraktivitas.
Baca Juga: Konsumen Pertamax Diprediksi Berpindah ke Pertalite
Masyarakat berharap ketersediaan Pertalite tetap terjaga sehingga kebutuhan BBM bersubsidi dapat terpenuhi hingga akhir periode distribusi setiap bulannya.(kom)
Editor : Eka G Putra