BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melakukan peninjauan kawasan rawan kebakaran di Desa Rimba Panjang, Kecamatan Tambang.
Hingga Jumat (12/6/2026) sore, BPBD Kampar mencatat belum ada kejadian bencana hidrometeorologi di wilayahnya. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar Azwan bersama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Kasubbid Logistik, serta Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) mendampingi perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Provinsi Riau melakukan peninjauan lapangan di Desa Rimba Panjang, Kecamatan Tambang, Jumat (12/6/2026).
Peninjauan difokuskan pada kondisi kanal-kanal dan tempat penampungan air di kawasan yang rawan kebakaran hutan dan lahan, terutama pada area dengan lapisan gambut yang cukup tebal.
Baca Juga: Wako Agung Ajak Generasi Muda Manfaatkan Job Fair 2026, Tersedia 1.289 Lowongan Kerja
Azwan mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang mulai berlangsung di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.
"Kami bersama BNPB dan BPBD Provinsi Riau melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi kanal serta sumber-sumber air yang ada di kawasan rawan karhutla. Langkah ini penting untuk memastikan kesiapan sarana pendukung apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi Kabupaten Kampar masih relatif aman dari kejadian bencana. Namun demikian, BPBD tetap melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan cuaca dan potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Baca Juga: Sekolah di Kampar Diimbau Waspada Telepon dan Pesan Penipuan Mengatasnamakan APH
"Berdasarkan laporan yang kami terima hingga pukul 16.00 WIB, tidak ada kejadian bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kampar. Meski demikian, masyarakat tetap harus meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap perubahan cuaca dan ancaman karhutla selama musim kemarau," kata Azwan.
Sementara itu, berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG, sejumlah wilayah di Kabupaten Kampar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kecamatan Kampar Kiri Tengah, Kampar Kiri, Kampar Kiri Hulu, dan Gunung Sahilan. Kondisi cuaca secara umum terpantau berawan dengan suhu udara berkisar antara 28 hingga 29 derajat Celsius. Kelembapan udara 71 persen, serta kecepatan angin sekitar 9 kilometer per jam dari arah timur.
Baca Juga: Pameran di Living World, Mitsubishi Hadirkan Harga Spesial hingga Test Drive Berhadiah
Dari sisi kualitas udara, data Air Quality Monitoring System (AQMS) atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kabupaten Kampar pada pukul 16.00 WIB menunjukkan angka 98 atau berada pada kategori sedang, dengan parameter kritis PM 2,5.
Selain itu, kondisi Waduk PLTA Koto Panjang pada Jumat (12/6/2026) pukul 13.00 WIB tercatat berada pada elevasi 80,78 meter di atas permukaan laut (mdpl). Debit air keluar (outflow) melalui turbin mencapai 181,81 meter kubik per detik, sedangkan debit air masuk (inflow) ke waduk sebesar 125,76 meter kubik per detik.
Azwan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta segera melaporkan kepada aparat terkait apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di wilayahnya.
Baca Juga: Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan Rp60 Miliar, Samsat Bangkinang Gencarkan Layanan Tanjak ke Desa-desa
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Pencegahan menjadi langkah yang paling efektif untuk menghindari dampak yang lebih luas," tegasnya.
Editor : Rinaldi