BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar melaporkan tidak terjadi kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar hingga Sabtu (20/6/2026) sore.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita mengatakan, kondisi wilayah Kampar saat ini masih aman dan terkendali. Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Kampar diperkirakan mengalami kondisi cerah berawan dengan suhu udara berkisar antara 25 hingga 29 derajat Celcius. Kelembapan udara tercatat mencapai 76 persen, dengan kecepatan angin 3,9 kilometer per jam dari arah timur laut dan jarak pandang sekitar 9 kilometer.
Baca Juga: Kloter BTH 18 Tiba di Debarkasi Batam, Tinggal 6 Jemaah Haji Riau di Arab Saudi
"Mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah," imbau Adi Candra.
Selain itu, BPBD mencatat tidak terdapat titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Kampar. Sementara kualitas udara berdasarkan data AQMS/ISPU pada pukul 16.00 WIB berada pada angka 92 dengan kategori sedang. Parameter pencemar yang menjadi perhatian adalah partikulat halus PM2,5.
Untuk kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang pada pukul 13.00 WIB, elevasi waduk berada pada level 80,79 meter di atas permukaan laut (mdpl). Debit inflow dan outflow turbin masing-masing tercatat sebesar 118,66 meter kubik per detik.
Adi Candra menegaskan, situasi kebencanaan di Kabupaten Kampar masih dalam kondisi aman dan terkendali. Namun, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Editor : Rinaldi