KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar memastikan tidak terjadi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar hingga Ahad (28/6/2026) sore.
Meski kondisi terpantau aman, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya peringatan dini cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Ir Azwan MSi melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Adi Candra Lukita mengatakan, berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca di Kabupaten Kampar umumnya berawan dengan suhu berkisar antara 27 hingga 31 derajat Celsius.
Baca Juga: Pagar Pembatas Pelabuhan BUMD PT BLJ Bengkalis Ditabrak KMP Sereia Domar
Namun demikian, BMKG mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Hingga laporan terakhir, tidak ditemukan titik panas (hotspot) maupun kejadian bencana yang memerlukan penanganan khusus,” ujar Adi Candra.
Selain kondisi cuaca, BPBD juga memantau kualitas udara di Kabupaten Kampar. Berdasarkan data AQMS/ISPU pukul 16.00 WIB, kualitas udara berada pada kategori sedang dengan nilai ISPU 94. Parameter yang paling berpengaruh terhadap kualitas udara adalah partikel halus PM2,5.
Baca Juga: PAD Pekanbaru Naik Jadi Rp1,2 Triliun Berkat Kebijakan Pro Masyarakat
Sementara itu, kondisi Waduk PLTA Koto Panjang juga terpantau stabil. Pada Minggu pagi pukul 07.00 WIB, elevasi waduk tercatat berada pada level 81,09 meter di atas permukaan laut (mdpl). Adapun debit air masuk (inflow) dan keluar (outflow) melalui turbin masing-masing tercatat sebesar 127,05 meter kubik per detik.
Adi Candra menegaskan BPBD Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan potensi bencana di seluruh wilayah kabupaten. Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG dan BPBD sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem.
“Koordinasi dan pemantauan terus kami lakukan. Kami berharap masyarakat selalu memperhatikan informasi cuaca dan segera melapor apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana,” tutupnya. (kom)
Editor : M. Erizal