KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Setelah lama dikeluhkan warga akibat kondisi yang rusak dan berlubang, ruas Jalan Simpang Rakit Gadang menuju Simpang Lubuk Agung di Kecamatan Kampar Kiri kini mulai diperbaiki.
Perbaikan melalui pengecoran beton di sejumlah titik jalan yang rusak tersebut diharapkan dapat memperlancar arus transportasi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga di kawasan itu.
Pantauan di lapangan, proses perbaikan saat ini memasuki tahap pengecoran beton pada beberapa titik yang mengalami kerusakan cukup parah.
Baca Juga: Dua Rumah Warga di Tembilahan Ludes Terbakar
Ruas jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan sejumlah desa di wilayah Kampar Kiri dan setiap hari dilalui kendaraan masyarakat, termasuk kendaraan pengangkut hasil perkebunan.
Salah seorang warga Kuntu, Derpi menyampaikan apresiasinya atas perbaikan jalan yang selama ini menjadi harapan masyarakat. Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya sudah sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
“Memang jalan ini sebelumnya sudah pernah diaspal, tetapi kondisinya banyak yang hancur dan berlubang sehingga sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Sekarang dengan adanya perbaikan melalui pengecoran beton, kami sangat terbantu dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah berpartisipasi,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Meranti Masuk Prioritas Nasional, 967 Unit Rumah Tidak Layak Huni Akan Diperbaiki
Ia menambahkan, selama ini warga harus lebih berhati-hati saat melintas, terutama pada musim hujan ketika lubang jalan tertutup genangan air. Kondisi tersebut tidak hanya memperlambat perjalanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.
Perbaikan jalan tersebut juga mendapat perhatian dari anggota DPRD Kampar Eko Sutrisno. Ia menjelaskan bahwa pengerjaan perbaikan dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kampar Kiri sebagai bentuk kepedulian terhadap infrastruktur yang digunakan masyarakat.
Menurut Eko, skema kolaborasi tersebut menjadi solusi untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan tanpa harus menunggu alokasi anggaran pemerintah daerah.
Baca Juga: Evaluasi Capaian Kinerja Semester I, Kemenkum Riau Hadiri Pembukaan Rakornas
“Pengerjaan perbaikan jalan ini dilakukan dengan sistem tambal sulam menggunakan beton pada titik-titik yang mengalami kerusakan berat. Perbaikan ini tidak menggunakan dana APBD, tetapi melibatkan partisipasi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kampar Kiri,” jelasnya.
Eko berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dapat terus ditingkatkan dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah. Menurutnya, keberadaan jalan yang layak sangat penting untuk menunjang mobilitas warga, distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Jalan ini merupakan akses vital bagi masyarakat. Dengan kondisi yang lebih baik, aktivitas warga akan lebih lancar, biaya transportasi dapat ditekan, dan distribusi hasil kebun maupun kebutuhan masyarakat menjadi lebih mudah,” katanya.
Masyarakat berharap perbaikan tidak hanya dilakukan pada titik-titik tertentu, tetapi dapat dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh ruas jalan dalam kondisi baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh warga di Kecamatan Kampar Kiri.(kom)
Editor : M. Erizal