Melompat dari Jembatan Rantau Berangin, Pria Asal Siak Tenggelam di Sungai Kampar

Kamaruddin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 19:57 WIB
Tim gabungan masih terus melakukan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian hingga Selasa (4/8/2026). (BPBD Untuk Riaupos.co)
Tim gabungan masih terus melakukan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian hingga Selasa (4/8/2026). (BPBD Untuk Riaupos.co)

KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Seorang pria bernama Boiko Gulo (25) dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Kampar setelah diduga sengaja melompat dari atas Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Selasa (4/8/2026) pagi. 

Hingga Selasa sore, tim gabungan masih terus melakukan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB.

 Korban yang mengendarai sepeda motor sempat menghentikan kendaraannya di atas jembatan sebelum akhirnya melompat ke dalam sungai dan seketika terseret arus deras Sungai Kampar. Laporan kejadian ini pertama kali diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kampar pada pukul 08.05 WIB.

Baca Juga: Akibat Buang Puntung Rokok Sembarangan, Lahan 5 Hektare Terbakar, Polres Inhu Amankan Buruh Angkut TBS 

Identitas korban berhasil terungkap setelah pihak keluarga menghubungi kepolisian dan mengonfirmasi kendaraan yang ditinggalkan di lokasi kejadian. Korban diketahui merupakan warga Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, yang baru saja bertugas sebagai staf pelayanan gereja di Kecamatan Kabun, Kabupaten Rokan Hulu.

"Pihak keluarga telah menghubungi kami dan melakukan pengecekan terhadap kendaraan korban. Korban merupakan staf pelayanan gereja di Kecamatan Kabun," terang Kapolsek Bangkinang Barat Iptu Rully Chairullah, Selasa (4/8/2026).

Menindaklanjuti insiden tersebut, Tim Satuan Tugas (Satgas) Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kampar langsung diterjunkan ke lokasi untuk memimpin upaya pencarian dan pertolongan bersama unsur terkait.

Baca Juga: Polisi Kantongi Nama Calon Tersangka Dugaan Korupsi Jembatan Air Hitam Rokan Hilir

Kepala Pusdalops PB BPBD Kampar, Adi Candra Lukita, menjelaskan bahwa pencarian hari pertama melibatkan tim gabungan lintas instansi. Sebanyak 13 personel BPBD Kampar dikerahkan membawa perahu karet, peralatan keselamatan, dan kantong jenazah. Operasi ini juga diperkuat oleh 7 personel Basarnas Pekanbaru lengkap dengan peralatan selam, 4 personel Damkar, anggota TNI-Polri, perangkat desa, serta masyarakat setempat.

"Satgas gabungan melakukan penyisiran aliran sungai dari titik awal korban melompat dan tenggelam. Penyisiran terus kami optimalkan dengan menyusuri aliran Sungai Kampar," ungkap Adi Candra.

Namun, hingga Selasa sore pukul 17.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan. Tim gabungan masih berada di lapangan dan terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan penyisiran.(kom)

 

 

Editor : Edwar Yaman
jembatan rantau berangin sungai kampar