BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan potensi bencana di wilayahnya, di tengah upaya pencarian korban tenggelam yang masih dilakukan.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, berdasarkan hasil monitoring terbaru, pihaknya mendeteksi satu titik panas (hotspot) di wilayah Kampar.
"Berdasarkan data satelit NASA-NOAA20, terdeteksi satu titik hotspot dengan tingkat kepercayaan medium di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung. Kondisi ini terus kami monitor untuk memastikan tidak berkembang menjadi potensi kebakaran hutan dan lahan," ujar Adi Candra Lukita, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga: Wow Keren! Belum Resmi Dijual, Jusuf Hamka Pesan 61 Unit Land Cruiser FJ di GIIAS 2026
Selain memantau hotspot, BPBD Kampar juga mengikuti perkembangan kondisi cuaca berdasarkan informasi dari BMKG. Cuaca di sejumlah wilayah Kampar diprakirakan cerah berawan, namun terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
"Untuk kondisi cuaca, berdasarkan prakiraan BMKG, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian wilayah Kampar. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca, khususnya yang beraktivitas di kawasan rawan bencana," katanya.
Sementara itu, kondisi kualitas udara di wilayah Kampar berdasarkan indeks standar pencemar udara (ISPU) tercatat berada di angka 89 atau dalam kategori sedang.
Baca Juga: Riau Perlu Pemimpin Berintegritas, Peduli Kesejahteraan Masyarakat
BPBD Kampar juga terus memantau kondisi Waduk PLTA Koto Panjang. Berdasarkan pemantauan, ketinggian muka air waduk berada pada elevasi 79,85 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan kondisi inflow dan outflow turbine yang seimbang, masing-masing sebesar 227,88 meter kubik per detik.
"Untuk Waduk PLTA Koto Panjang, elevasi berada di 79,85 mdpl, sedangkan inflow dan outflow turbine sama-sama berada di angka 227,88 meter kubik per detik. Kondisi ini tetap kami pantau secara berkala," jelas Adi.
Terkait proses pencarian korban tenggelam, BPBD Kampar juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di sekitar aliran Sungai Kampar agar meningkatkan kewaspadaan.
Editor : Rinaldi