BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Operasi pencarian korban tenggelam di Sungai Kampar, Boiko Gulo (25), resmi ditutup pada hari ketujuh, Senin (10/8).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar menyatakan hasil pencarian nihil, tetapi petugas tetap melanjutkan pemantauan di sepanjang aliran sungai.
Korban yang merupakan warga Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, dilaporkan hilang sejak Selasa (4/8) sekitar pukul 07.30 WIB. Sebelum hanyut terbawa arus Sungai Kampar, korban diketahui sempat berhenti di sekitar Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok.
Baca Juga: 14 Tim Putra-putri Siap Adu Kekuatan di Riau Pos-HSBL 2026 Seri Bangkinang
Kepala Pusdalops PB BPBD Kabupaten Kampar Adi Candra Lukita menjelaskan, tim gabungan telah menyisir sungai hingga radius 13 kilometer dari titik awal kejadian. Pencarian tersebut melibatkan personel BPBD Kampar, Basarnas Pekanbaru, TNI, Polri, Damkar, perangkat desa, serta warga setempat.
“Operasi pencarian dan pertolongan resmi ditutup setelah dilakukan evaluasi bersama unsur terkait dan pihak keluarga. Korban dinyatakan hilang. Meski demikian, kami tetap melakukan pemantauan situasi di lapangan,” ujar Adi Candra.
Baca Juga: Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Kampar Diperluas
Sebelumnya, tim gabungan telah melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kampar dengan memperluas radius pencarian dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
Berdasarkan laporan kejadian, korban diketahui mengendarai sepeda motor dan berhenti di Jembatan Rantau Berangin. Setelah itu, korban diduga melompat dari atas jembatan hingga kemudian tenggelam dan terbawa arus Sungai Kampar.
Baca Juga: Cegah Bencana Karhutla, Sinergi TNI-Polri dan Pemkab Kampar Siagakan Personel Gabungan
Korban diketahui bernama Baiko Gulo, laki-laki berusia 25 tahun, warga Desa Maredan, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak.(kom)
Editor : Arif Oktafian