
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan semak belukar di Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Selasa (11/8/2026). Peristiwa yang menghanguskan lahan mineral gambut seluas kurang lebih 0,5 hektare tersebut kini telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Berdasarkan laporan harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar, informasi awal mengenai munculnya titik api diterima petugas sekitar pukul 11.45 WIB. Kebakaran terjadi pada permukaan sekaligus bagian bawah tanah (surface fire dan ground fire). Hingga saat ini, status kepemilikan lahan serta penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.
Kepala Kalaksa BPBD Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, setelah menerima laporan, Tim Satgas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penyekatan, pemadaman, dan pendinginan.
Baca Juga: Selama Sepekan, Sudah Tiga Tersangka Karhutla Diamankan Polres Inhu
"Proses penanganan di lapangan melibatkan personel gabungan yang terdiri dari BPBD, Polri, serta masyarakat setempat," ujar Adi Candra.
Untuk menjinakkan kobaran api, sejumlah armada dan peralatan dikerahkan ke lokasi kejadian. Sarana tersebut meliputi kendaraan operasional BPBD, mobil tangki air milik warga, kendaraan dinas Polri, mesin pompa air, selang, nozzle, serta perangkat komunikasi lapangan.
"Upaya keras tim gabungan membuahkan hasil. Dalam pembaruan laporan pada pukul 17.00 WIB, BPBD Kampar mengonfirmasi bahwa seluruh titik api di lokasi kejadian telah sepenuhnya padam," kata Adi Candra.
Baca Juga: PN Pekanbaru Terima Memori Banding KPK
Meskipun terjadi kebakaran lahan, kualitas udara di Kabupaten Kampar dilaporkan masih relatif terkendali. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU/AQMS) Kabupaten Kampar pada pukul 17.00 WIB, indeks tercatat berada di angka 94 atau masuk dalam kategori sedang, dengan PM2,5 sebagai parameter kritis.
Di samping kejadian di Tarai Bangun, BPBD Kampar juga mencatat munculnya satu titik panas (hotspot) pada Selasa dini hari. Titik panas tersebut terdeteksi di Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tapung, berdasarkan pantauan satelit NASA-SNPP dengan tingkat kepercayaan medium.
Menyikapi kondisi meteorologi terkini, BPBD mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan cuaca, sebagian wilayah Kabupaten Kampar masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Editor : Rinaldi