Tiga Titik Karhutla Terjadi di Kampar, Petugas Gabungan Masih Lakukan Pemadaman

Kamaruddin • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:50 WIB
Tim TRC BPBD Kampar bersama Satgas Gabungan memadamkan api yang membakar lahan di Desa Sungai Jalau, Kecamatan Kampar Utara, Sabtu (15/6/2026). BPBD untuk Riaupos.co
Tim TRC BPBD Kampar bersama Satgas Gabungan memadamkan api yang membakar lahan di Desa Sungai Jalau, Kecamatan Kampar Utara, Sabtu (15/6/2026). BPBD untuk Riaupos.co

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mencatat tiga kejadian kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Kampar hingga Sabtu (15/8/2026) sore. Petugas gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah lokasi yang dilaporkan masih mengeluarkan asap.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar  Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, tiga titik kebakaran tersebut berada di Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang, Desa Sungai Jalau Kecamatan Kampar Utara serta Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang.

"Untuk lokasi pertama di Jalan HM Nazir, depan Pondok Pesantren Gontor 7, Desa Rimbo Panjang, luas lahan yang terbakar sekitar 0,3 hektare dan saat ini sudah padam, meski masih terdapat asap," ujar Adi Candra Lukita, menyampaikan keterangan BPBD Kampar.

Baca Juga: Tim Basket Putri SMAN 1 Kampar Pertahankan Gelar Juara Riau Pos-HSBL 2026 Seri Bangkinang 

Sementara itu, kebakaran lahan di Desa Sungai Jalau, Kecamatan Kampar Utara, memiliki luas sekitar 2 hektare. Kondisi di lokasi dilaporkan sudah padam namun masih berasap. Lahan yang terbakar merupakan area mineral gambut dengan vegetasi perkebunan sawit dan karet.

Sedangkan di Jalan Keluarga dan Jalan Perwira, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, kebakaran masih belum sepenuhnya padam. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3 hektare dan merupakan lahan gambut dengan vegetasi perkebunan sawit.

Adi menjelaskan, BPBD bersama TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat peduli api (MPA) terus melakukan upaya pemadaman. Di lokasi Tarai Bangun, petugas melakukan penyekatan, pendinginan serta pemblokingan untuk mencegah api meluas.

Baca Juga: Korban Gempa Bumi Magnitudo 7,7 di NTT Bertambah, 20 Orang Ditemukan Meninggal Dunia  

"Petugas masih melakukan penanganan di lokasi yang belum padam. Kendala yang dihadapi antara lain lokasi yang jauh dari sumber air, akses yang sulit dijangkau kendaraan, serta kondisi angin yang cukup kencang," jelasnya.

Dalam penanganan tiga lokasi tersebut, BPBD Kampar mengerahkan personel bersama unsur TNI, Polri, Manggala Agni dan MPA. Selain pemadaman, petugas juga melakukan pemantauan kondisi cuaca dan titik panas.

Berdasarkan laporan BPBD Kampar yang diperbarui pukul 17.30 WIB, Sabtu (15/8/2026), BMKG memprakirakan cuaca cerah dengan suhu 31–32 derajat Celsius dan kelembapan 67 persen. Namun, terdapat peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar.

Baca Juga: Podomoro City Deli Medan Bersama BSI Perkenalkan Produk Hunian New Premium Apartement 

BPBD Kampar juga mencatat satu titik hotspot berdasarkan sumber NASA-NOAA20 pada 15 Agustus 2026, yang berada di Desa Pagaruyung, Kecamatan Tapung, dengan tingkat kepercayaan medium.

BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat berubah. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun asap di sekitar lingkungan.

"Penanganan terus dilakukan dan pemantauan tetap kami tingkatkan untuk mencegah kebakaran meluas," tutup Adi Candra Lukita.



 

Editor : Rinaldi
tiga titik rimbo panjang tarai bangun karhutla kampar