KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar terus melakukan penanganan kebakaran lahan di Jalan Keluarga, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Ahad (16/8/2026).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, kebakaran terjadi pada lahan gambut yang ditumbuhi perkebunan sawit dengan luas sekitar 3 hektare.
“Untuk kondisi terakhir, api sudah padam, namun di lokasi masih terdapat asap. Tim masih melakukan upaya pendinginan dan penyekatan untuk memastikan api tidak kembali menyala,” jelas Adi Candra Lukita.
Baca Juga: Wako Agung Nugroho Dorong Jalan Lingkar Pekanbaru Segera Dibangun, Buka Pusat Pertumbuhan Baru
Menurut laporan BPBD Kampar, penanganan di lokasi melibatkan 8 personel BPBD, 3 personel TNI, 10 personel Polri, serta 15 personel Manggala Agni.
Tim juga mengerahkan sejumlah peralatan pemadaman, di antaranya kendaraan operasional BPBD, mesin Kohler, selang buang dan selang hisap, nozzle jarum serta peralatan pendukung lainnya. Kendala yang dihadapi petugas di lapangan adalah minimnya sumber air.
“Upaya yang dilakukan Satgas Darat meliputi penyekatan, pendinginan dan pemblokingan di area lokasi kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk mencegah api kembali meluas,” tambahnya.
Baca Juga: Agung dan Sulastri Raih Lencana Darma Bakti, Semangat Pembinaan Pramuka Pekanbaru Makin Diperkuat
Selain kejadian kebakaran lahan, BPBD Kampar juga mencatat adanya potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian wilayah Kabupaten Kampar berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Sementara itu, data AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada pukul 17.30 WIB menunjukkan nilai ISPU 78 atau kategori sedang, dengan parameter kritis PM2,5.
BPBD Kampar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan maupun perubahan cuaca serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing.(kom)
Editor : M. Erizal