BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Kasus dugaan siswa keracunan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Riau. Belum sepekan terjadi di Dumai, kasus yang sama dialami 81 siswa SMK Negeri 1 Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, Selasa (18/8).
Kepala SMK Negeri 1 Tapung Hulu, Nanang Sunarto mengatakan, para siswa yang diduga keracunan ini telah mendapatkan penanganan medis. “Iya, semua sudah ditangani medis. Alhamdulillah, sudah banyak yang membaik,” ujar Nanang kepada Riau Pos, Rabu (19/8).
Ia mengatakan siswa mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG berupa sup ayam. “Siswa diduga keracunan setelah menyantap sup ayam,” jelas Nanang. Namun, penyebab pasti keluhan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan evaluasi dari SPPG.
Baca Juga: Kebakaran Lahan di Rimbo Panjang, BPBD Kampar Lakukan Penyekatan dan Pendinginan
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tapung Hulu, Nurhaidin menjelaskan, dari 81 siswa tersebut, sebanyak 71 orang mendapat penanganan di Puskesmas Tapung Hulu. Sementara 10 siswa lainnya dibawa ke rumah sakit di Tandun, Rokan Hulu (Rohul) untuk mendapatkan perawatan medis.
Para siswa mengalami sejumlah keluhan setelah mengonsumsi makanan MBG. Gejala yang dirasakan antara lain mual, muntah, dan diare. “Gejalanya mual, muntah-muntah, dan mencret. Dari Selasa (18/8) sampai hari ini (kemarin, red) masih ada siswa yang dibawa ke puskesmas,” ujar Nurhaidin. Rabu (19/8).
Nurhaidin menambahkan, kondisi para siswa yang mendapat penanganan medis kini telah membaik. Seluruh siswa yang sebelumnya menjalani perawatan juga telah diperbolehkan pulang. “Sekarang sudah pulang semua setelah diberi obat,” jelasnya.
Baca Juga: Kolaborasi dengan Perusahaan, Pemprov Riau Perbaiki Ruas Jalan Lipat Kain-Lubuk Agung
Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa. Pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa.
Wakil Bupati Kampar sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Kampar Misharti bersama Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Zulhendra Dasaat, dan pihak Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Tim juga mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di laboratorium. Misharti turut meninjau langsung kondisi para siswa yang mendapat penanganan kesehatan. “Saya memastikan seluruh anak mendapatkan penanganan dan pelayanan kesehatan yang prima di setiap puskesmas yang ada di wilayah Tapung,” ujarnya.
Baca Juga: Siswa SMK 1 Tapung Hulu Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 81 Orang Dilarikan ke Fasilitas Kesehatan
Ia menegaskan keselamatan dan kesehatan para siswa menjadi prioritas utama. Misharti meminta seluruh jajaran terkait bergerak cepat memberikan pelayanan dan terus memantau kondisi siswa hingga benar-benar pulih. “Pemerintah Kabupaten Kampar akan terus hadir di tengah masyarakat dan memastikan setiap anak mendapatkan perhatian serta pelayanan kesehatan yang maksimal,” ungkapnya.
Misharti berharap para siswa yang terdampak segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Selain memastikan penanganan medis terhadap para siswa, Misharti mengatakan Satgas MBG bersama instansi terkait juga telah melakukan pengecekan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyediakan makanan MBG untuk para siswa.
Ia menegaskan operasional SPPG tersebut harus dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan keluar dan ada keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN). “SPPG di-suspend, diberhentikan dulu sampai hasil BGN menentukan,” kata Misharti.
Baca Juga: Dosen Unri Luncurkan Smart Posyandu Desa Pandau Jaya
Menurut Misharti, kewenangan terkait status SPPG berada pada BGN. Sementara pemerintah daerah berkewajiban memastikan pelaksanaan program MBG di wilayahnya berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Pekan lalu, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru yang menaungi Wilayah Riau, Kepulauan Riau (Kepri), dan Sumatera Barat (Sumbar) mengambil tindakan tegas menyingkapi kasus dugaan keracunan menu Program MBG di Dumai.
SPPG yang menyalurkan menu makanan yang diduga membuat puluhan murid sekolah dasar muntah-muntah dan mual tersebut langsung dinonaktifkan. “Kami sudah mengambil tindakan tegas berupa men-suspend (penghentian sementara) SPPG (dapur) dan menonaktifkan kepala SPPG-nya,” ujar Kepala KPPG Pekanbaru dr Syartiwidya, Jumat (14/8) lalu.
Baca Juga: SMAN 1 Bangkinang Kota dan SMAN 1 Kampar Juara, Riau Pos-HSBL 2026 Seri Bangkinang Tuntas
Diberitakan sebelumnya, data dari kepolisian, sebanyak 45 murid dari dua SD di Dumai mengalami sakit perut dan mual-mual usai menyantap makanan yang disalurkan melalui dapur pelaksana program MBG di Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur.
Dari jumlah tersebut, 43 merupakan murid SDN 013 Jalan Hangtuah dan dua lagi merupakan murid SD Negeri 015 Laborhausing. SPPG yang menyalurkan makanan tersebut adalah SPPG Yayasan Mahudun Untuk Negeri.
SPPG yang terletak di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur mendistribusikan menu makanan MBG kepada 3.199 penerima manfaat. Selain SDN 013 dan SDN 015, distribusi juga menyasar sejumlah sekolah dan posyandu.
Baca Juga: Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan di Rimbo Panjang, Water Bombing Dikerahkan
Terkait hasil pendalaman penyebab dugaan keracunan murid SD ini, KPPG Pekanbaru menduga berasal dari bakso yang disajikan dengan cabai yang menjadi menu saat itu.(kom)
Editor : Arif Oktafian