BANGKINANG (RIAUPOS.CO) — Wakil Bupati Kampar yang juga Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kampar Misharti meminta penanganan terhadap anak-anak yang terdampak dugaan keracunan makanan MBG di SMK Negeri 1 Tapung Hulu dilakukan secara maksimal.
Misharti mengatakan, anak-anak yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni Puskesmas Tapung, Puskesmas Sukaramai, dan Rumah Sakit Tandun.
Ia meminta seluruh puskesmas bersama pihak sekolah mendata anak-anak yang terdampak. Selain itu, tenaga medis juga diminta tetap memantau kondisi anak setelah mereka diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan di rumah.
Baca Juga: Berkurang, Hotspot di Riau Tersisa 25 Titik, Ini Sebarannya
“Kalau anak-anak sudah selesai observasi dan dibolehkan pulang, saya titip pesan kepada orang tua untuk terus memantau kondisi anaknya. Jika tidak memungkinkan dirawat di rumah, segera diantar kembali ke pelayanan kesehatan terdekat,” ujar Misharti saat dihubungi, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Ia mengaku prihatin sekaligus kecewa atas terjadinya dugaan keracunan yang dialami anak-anak penerima program MBG.
“Kita tidak mau kejadian ini terjadi. Ini tentu sangat mengkhawatirkan dan kita juga sangat kecewa. Kita ingin memastikan anak-anak kita, generasi bangsa kita, tidak sakit gara-gara program Makan Bergizi Gratis ini,” katanya.
Baca Juga: 761 Usulan Masuk, Program Rp100 Juta per RW Pekanbaru Mulai Direalisasikan
SPPG Disuspend Sementara
Terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, Misharti menyebut pihaknya telah turun langsung bersama Dinas Kesehatan, Asisten II, dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar untuk melakukan pemeriksaan.
Dari hasil peninjauan awal, SPPG tersebut diketahui belum mengantongi izin atau persyaratan terkait standar keamanan pangan yang diperlukan. Misharti mengatakan masih terdapat sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi.
Baca Juga: Bus Pinem Nyaris Terbalik, Baru 2 Pekan Ditimbun Jalan Sontang-Duri Kembali Hancur
Sebagai langkah sementara, operasional SPPG tersebut dihentikan atau disuspend hingga hasil pemeriksaan sampel dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) serta pemeriksaan dari pemerintah daerah selesai.
“Untuk sementara waktu disuspend, dihentikan sejenak sampai hasil yang diambil oleh BBPOM dan dari kami selesai. Keputusan selanjutnya nanti kami serahkan kepada BGN,” jelasnya.
Minta SPPG di Kampar Perketat Pengawasan
Baca Juga: Wako Dorong Penanganan Anak Putus Sekolah hingga Layanan Publik Didekatkan ke Kecamatan
Misharti juga mengimbau seluruh SPPG yang beroperasi di Kabupaten Kampar agar menjalankan penyediaan makanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Ia secara khusus meminta koordinator wilayah (Korwil) BGN di Kampar memperketat pengawasan terhadap menu, proses pengolahan, hingga hasil makanan yang diberikan kepada anak-anak.
“Saya meminta seluruh SPPG melakukan penyiapan Makan Bergizi Gratis sesuai SOP yang sudah disiapkan. Kepada Korwil di wilayah Kampar, pemantauan terkait menu, proses, dan hasil makanan yang dikonsumsi anak-anak harus lebih diperketat,” tegasnya.
Baca Juga: Pengerjaan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Masuk Tahap Pengerasan
Misharti berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dan seluruh anak yang terdampak dapat segera pulih sehingga dapat kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah seperti biasa.
“Semoga anak-anak semuanya pulih kembali dan bisa bersekolah,” harapnya. (kom)
Editor : M. Erizal