KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar memastikan dua titik kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Kampar telah berhasil dipadamkan, Kamis (20/8/2026).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kampar melalui Kepala Pusdalops PB, Adi Candra Lukita menjelaskan, kebakaran lahan terjadi di Jalan Manunggal, Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, serta di Desa Simpang Petai, Kecamatan Rumbio Jaya.
“Untuk kedua titik kebakaran lahan tersebut saat ini sudah dalam kondisi padam. Di lokasi Jalan Manunggal, Desa Tarai Bangun, kebakaran telah memasuki hari ketiga dengan luas lahan sekitar satu hektare dan tidak mengalami penambahan,” jelas Adi Candra Lukita.
Baca Juga: 22 Jalur Asal Inhu Melaju ke Putaran Kedua, Termasuk Sejumlah Jalur yang Pernah Meraih Juara
Ia mengatakan, kebakaran di kedua lokasi melibatkan lahan mineral gambut dengan vegetasi berupa semak belukar. Sementara di Desa Simpang Petai, vegetasi yang terbakar meliputi perkebunan sawit dan semak belukar.
Menurut Adi, proses penanganan dilakukan oleh Satgas Darat melalui penyekatan, pendinginan, serta pemblokiran di area yang berpotensi kembali terbakar. Personel BPBD bersama unsur kepolisian, perangkat desa dan masyarakat turut dilibatkan dalam penanganan di lapangan.
“Alhamdulillah, tidak ada kendala berarti dalam proses pemadaman. Tim terus melakukan pendinginan dan memastikan titik-titik yang sebelumnya terbakar benar-benar aman agar api tidak kembali muncul,” ujarnya.
Baca Juga: Kasus Dugaan Persetubuhan dan Perbuatan Aborsi, Briptu YW Ditahan di Polres Pelalawan
Di sisi lain, BPBD Kampar tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Pasalnya, berdasarkan informasi prakiraan cuaca, sebagian wilayah Kabupaten Kampar masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
BPBD juga mencatat adanya tiga titik hotspot di wilayah Kampar, masing-masing berada di Kecamatan Kampar Kiri dan Kecamatan XIII Koto Kampar dengan tingkat kepercayaan medium berdasarkan pemantauan satelit VIIRS.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Jika menemukan adanya titik api atau asap yang berpotensi meluas, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegas Adi. (kom)
Editor : M. Erizal