Karhutla Hari Keenam, Petugas Gabungan Berusaha Padamkan Api di Lahan Gambut Rimbo Panjang 

Kamaruddin • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:18 WIB
Tim Gabungan Polri, TNI dan Manggala Agni berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan di Desa Rimbo Panjang. (Istimewa)
Tim Gabungan Polri, TNI dan Manggala Agni berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan di Desa Rimbo Panjang. (Istimewa)

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Tim gabungan Polri, TNI, dan Manggala Agni terus berjibaku menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut seluas sekitar 5 hektare di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau.

Memasuki hari keenam penanganan, tim gabungan kembali melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran yang berada di antara Jalan Perwira dan Jalan Keluarga, Dusun II, Desa Rimbo Panjang, Kamis (20/8/2026).

Lokasi kebakaran berada pada koordinat 0.426282, 101.318764. Area yang terbakar merupakan lahan gambut tebal yang ditumbuhi semak belukar. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman cukup sulit karena api berpotensi menjalar dan menyimpan bara di bawah permukaan tanah.

Baca Juga: PSPS Makin Mantap Hadapi Liga 2 Musim 2026-2027

Sebanyak 27 personel dikerahkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri dari sembilan personel Polri, sembilan personel TNI, dan sembilan personel Manggala Agni.

Untuk mendukung proses pemadaman, tim dilengkapi enam unit kendaraan roda dua, empat unit kendaraan roda empat, satu unit tangki air berkapasitas besar, tiga unit mesin ministrek, tiga unit nosel, serta 32 gulung selang berukuran 1,5 inci.

Selain dukungan dari darat, satu unit helikopter water bombing juga dikerahkan untuk membantu menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.

Baca Juga: Memikul Beban Juara Bertahan

Namun, upaya pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Meski lokasi kebakaran relatif dekat dengan akses jalan umum, kondisi angin yang cukup kencang membuat api lebih cepat menyebar. Kepulan asap juga mengganggu jarak pandang dan menyulitkan petugas mengarahkan semprotan air ke titik api, terutama pada bagian lahan gambut yang sulit dijangkau.

Sementara itu, identitas pemilik lahan yang terbakar masih dalam proses penelusuran oleh pihak terkait. Dalam penanganan tersebut, tim tidak hanya berfokus pada pemadaman api yang terlihat di permukaan. Petugas juga melakukan penyekatan pada area yang belum terbakar untuk mencegah api meluas.

Police line turut dipasang di sepanjang garis lokasi kejadian sebagai batas keamanan sekaligus untuk mencegah pihak yang tidak berkepentingan memasuki area kebakaran.

Baca Juga: Pemkab dan Kantor Pertanahan MoU, Percepat Layanan Pertanahan dan Kepastian Data Tanah

Hingga sekitar pukul 17.30 WIB, operasi pemadaman harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Persediaan air di lokasi telah habis, sementara kepulan asap masih terlihat di sejumlah titik yang mengindikasikan adanya potensi panas di bawah permukaan tanah.

Tim kemudian memutuskan untuk melanjutkan proses pendinginan pada hari berikutnya. Meski demikian, situasi di sekitar lokasi kebakaran hingga akhir kegiatan terpantau aman, terkendali, dan kondusif.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan, pihaknya serius menangani setiap titik api yang muncul di wilayah Kabupaten Kampar.

Baca Juga: Tanam Mangrove secara Terpadu Cegah Abrasi 

"Kami serius menanggapi setiap titik api di wilayah Kampar. Meskipun dihadapkan pada medan gambut yang sulit dan angin yang menantang, sinergi antara Polri, TNI, dan Manggala Agni tetap solid bekerja," ujar Boby.

Menurutnya, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan kebakaran tidak meluas, termasuk mengerahkan peralatan pemadaman dari darat hingga dukungan helikopter.

"Kami kerahkan segala daya upaya, mulai dari peralatan darat hingga dukungan helikopter. Pemasangan police line juga kami lakukan untuk ketertiban dan keamanan TKP," katanya.

Baca Juga: Harga Ayam Potong Tembus Rp42.000 per Kg

Boby menambahkan, meski operasi pemadaman dihentikan sementara karena keterbatasan air, personel tetap disiagakan untuk melanjutkan proses pendinginan.

"Meski hari ini harus berhenti karena keterbatasan air, tim kami tetap waspada dan siap kembali melanjutkan pendinginan esok hari agar api benar-benar mati total. Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan yang berisiko tinggi," tegasnya.

Penanganan karhutla tersebut dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel, mencegah meluasnya kebakaran, serta memastikan bara api di lahan gambut dapat dikendalikan secara menyeluruh.



Editor : Rinaldi
kebakaran hutan lahan gambut desa rimbo panjang