Dikepung Lahan Gambut dan Angin Kencang, Petugas Perketat Pemadaman Karhutla di Rimbo Panjang

Kamaruddin • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:00 WIB

 

Satgas Gabungan memadamkan api yang lahan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. (Humas Polres Untuk Riaupos.co)
Satgas Gabungan memadamkan api yang lahan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. (Humas Polres Untuk Riaupos.co)

 

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, memasuki hari ke-11, Selasa (25/8/2026).

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang memimpin langsung operasi pemadaman dan pendinginan di lahan gambut yang terbakar dengan luas sekitar 13 hektare.

Operasi dimulai sekitar pukul 08.30 WIB di kawasan Jalan Keluarga, Dusun II, Desa Rimbo Panjang. Lokasi kebakaran berada pada koordinat 0.426282, 101.318764.

Baca Juga: Udara di Inhu Tidak Sehat, Dokter Ini Minta Anak-Anak dan Lansia Tidak Beraktivitas di Luar Ruangan 

Kondisi medan menjadi tantangan utama bagi petugas. Lahan yang terbakar merupakan kawasan gambut cukup dalam dan ditumbuhi semak belukar rapat. Kondisi tersebut menyebabkan api berpotensi tetap menyala di bawah permukaan tanah meski kobaran api di permukaan telah berhasil dikendalikan. Sementara itu, status kepemilikan lahan masih dalam proses penelusuran.

Untuk mempercepat penanganan, Kapolres Kampar membagi personel gabungan menjadi 10 regu yang ditempatkan di sejumlah titik kritis. Sebanyak 153 personel Polri diterjunkan, diperkuat 45 personel Brimob, 30 personel TNI, 18 personel BPBD, 18 personel Manggala Agni, serta dukungan dari pihak perusahaan, yakni PT SBAL sebanyak 9 orang, PT Tasma Puja 4 orang, dan PT Rama Jaya Pramukti 6 orang.

Berbagai peralatan pemadaman dikerahkan sesuai kondisi medan. Brimob membawa pompa ministriker, nosel, selang, mesin Robin, serta sarana pendukung lainnya. Polres Kampar mengoperasikan tujuh unit ministriker, satu unit mesin Robin, beserta selang dan nosel.

 Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Bangkinang dan Perbatasan Rimbo Panjang, ISPU Kampar Masuk Kategori Sedang

Dukungan juga diberikan unsur TNI melalui kendaraan tangki air, BPBD dengan mesin pompa bertekanan, serta Manggala Agni yang memiliki peralatan khusus untuk penanganan kebakaran di lahan gambut. Sementara itu, pihak perusahaan turut mengerahkan mobil pemadam kebakaran, pompa jinjing, dan perlengkapan keselamatan.

Petugas menghadapi kendala berupa angin yang cukup kencang. Kondisi tersebut menyulitkan penyemprotan air secara langsung ke titik api sekaligus meningkatkan risiko penjalaran api, asap, dan percikan ke area lain. Karena itu, pemadaman dilakukan secara hati-hati dengan memperhatikan arah angin dan kondisi medan.

Selain memadamkan titik api yang terlihat, petugas juga melakukan penyekatan pada area yang belum terbakar untuk mencegah api meluas. Penyiraman dilakukan secara menyeluruh sebagai upaya pendinginan, terutama pada area yang masih berpotensi menyimpan bara atau panas di bawah permukaan gambut. Garis polisi juga dipasang di sekitar batas tempat kejadian perkara untuk menjaga keamanan dan ketertiban lokasi.

 Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa 2027 Segera Dibuka, Pemko Pekanbaru Siapkan Rp10 Miliar

Hingga sekitar pukul 12.00 WIB, kobaran api berhasil dikendalikan. Namun, asap masih terlihat di sejumlah titik yang mengindikasikan adanya potensi panas di lapisan gambut bawah. Karena itu, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

Secara umum, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Petugas gabungan tetap melakukan pemantauan dan pendinginan sampai kondisi lahan dinyatakan benar-benar aman.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi perhatian utama selama proses penanganan karhutla.

“Keselamatan dan kesehatan personel adalah prioritas utama. Medan gambut dan angin kencang menjadi tantangan berat, namun semangat kebersamaan kita tetap kuat. Bekerjalah dengan hati-hati, saling menjaga rekan, dan gunakan perlengkapan pelindung diri dengan benar,” tegasnya.

 Baca Juga: Polisi Tetapkan Penghulu Jadi Tersangka Dugaan Perusakan Hutan Mangrove di Rohil

Ia juga mengimbau masyarakat Kabupaten Kampar, khususnya warga Kecamatan Tambang, agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari aktivitas yang dapat memicu api. Bagi warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran, gunakan masker untuk melindungi kesehatan pernapasan. Kami akan terus melakukan penanganan hingga api benar-benar padam dan wilayah kembali aman,” ujarnya.(kom)

Editor : Edwar Yaman
angin kencang karhutla rimbo panjang lahan gambut