Hujan Lebat Redam Hotspot di Kampar, Warga Tetap Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Kamaruddin • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:32 WIB
Tim TRC BPBD Kampar bersama Satgas Gabungan saat pemantauan titik api di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Sabtu (29/8/2026).(BPBD Kampar untuk Riaupos.co)
Tim TRC BPBD Kampar bersama Satgas Gabungan saat pemantauan titik api di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Sabtu (29/8/2026).(BPBD Kampar untuk Riaupos.co)

 

KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Hujan lebat yang mengguyur Kecamatan Tambang dan sejumlah wilayah Kabupaten Kampar membuat titik panas (hotspot) dan asap tidak lagi terpantau, Ahad (30/8/2026). 

Meski demikian, masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mencatat tidak ada kejadian bencana hidrometeorologi hingga Ahad (30/8/2026) pukul 16.00 WIB.

Baca Juga: Kualitas Udara Membaik, Sekolah di Pekanbaru Kembali Tatap Muka Penuh

Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita mengatakan, berdasarkan laporan dan hasil pemantauan hingga pembaruan pukul 16.00 WIB, belum terdapat kejadian bencana hidrometeorologi yang dilaporkan di wilayah Kabupaten Kampar.

“Untuk hari ini, berdasarkan pemantauan dan laporan yang masuk, kejadian bencana nihil. Namun masyarakat tetap perlu waspada terhadap perubahan cuaca,” jelas Adi.

Dalam laporan BPBD Kampar, kondisi cuaca berdasarkan pemantauan tercatat cerah dengan suhu berkisar 27–30 derajat Celsius, kelembapan 69 persen, serta kecepatan angin 11,7 kilometer per jam dari arah selatan. Jarak pandang tercatat sekitar 7 kilometer.

Baca Juga: Indomaret Turunkan i-Mobile di Riau Pos Gowes Merdeka 

Meski kondisi cuaca secara umum cerah, BMKG memberikan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian wilayah Kabupaten Kampar. Hujan tersebut berpotensi disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Adi mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang, untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan lebat maupun angin kencang.

“Jika terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang, masyarakat diharapkan mengurangi aktivitas di luar rumah dan segera mencari tempat yang aman,” katanya.

Baca Juga: Roger Federer Menangis saat Upacara Pelantikan di Hall of Fame

Sementara itu, hasil pemantauan BPBD Kampar menunjukkan titik panas (hotspot) pada Ahad tercatat nihil. Kondisi tersebut sejalan dengan hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Tambang, sehingga titik panas dan asap tidak lagi terpantau.

Untuk kualitas udara, data AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada pukul 15.33 WIB menunjukkan indeks 73 atau berada dalam kategori sedang, dengan parameter kritis PM2,5.

Adapun kondisi PLTA Koto Panjang pada pukul 13.00 WIB tercatat memiliki elevasi 76,87 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sementara itu, outflow turbin tercatat 193,87 meter kubik per detik.

Baca Juga: Tanpa Julian Alvarez, Atletico Madrid Raih Kemenangan Penting atas Sevilla, Puncaki Klasemen LaLiga

BPBD Kampar memastikan pemantauan terhadap perkembangan cuaca, peringatan dini BMKG, kondisi wilayah, serta elevasi PLTA Koto Panjang terus dilakukan sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. (kom)

Editor : M. Erizal
bpbd kampar hotspot karhutla kampar