Diskes Kampar Catat 138 Kasus Gangguan Kesehatan dalam Pemantauan Karhutla, ISPA Mendominasi

Kamaruddin • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 20:28 WIB
Ilustrasi murid SD mencici tangan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. (Dok Jawapos.com)
Ilustrasi murid SD mencici tangan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. (Dok Jawapos.com)

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan terhadap dampak kesehatan masyarakat di tengah kondisi karhutla. Berdasarkan laporan harian yang dihimpun dari 32 puskesmas per 1 September 2026, tercatat sebanyak 138 kasus gangguan kesehatan yang dilaporkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Zulhendra Dasat melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Elfian, mengatakan kasus yang paling banyak ditemukan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Dari laporan yang masuk hari ini, kasus ISPA masih mendominasi dengan total 130 kasus. Sementara itu, terdapat 4 kasus iritasi kulit dan 4 kasus asma,” ujar Elfian, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: Karhutla di Desa Rantau Baru Belum Padam Total, Tim Gabungan Lakukan Pendinginan

Ia menjelaskan, berdasarkan rekapitulasi laporan tersebut, tidak ditemukan kasus pneumonia maupun konjungtivitis. Selain itu, tidak terdapat laporan pasien meninggal dunia dari kasus-kasus yang tercatat dalam pemantauan tersebut.

Elfian mengatakan, Dinas Kesehatan Kampar tetap meminta seluruh puskesmas untuk aktif memantau kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kerja masing-masing, terutama apabila terjadi peningkatan paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Kami terus meminta puskesmas melakukan pemantauan dan melaporkan kondisi kesehatan masyarakat secara rutin. Jika ditemukan peningkatan kasus, terutama gangguan pernapasan, agar segera ditindaklanjuti," katanya.

Baca Juga: Besok, Aktivitas Pembelajaran Tatap Muka di Kuansing Dimulai

Diskes Kampar juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang memburuk. Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara tidak sehat, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, mata merah atau perih, dan iritasi kulit.

"Yang paling penting masyarakat menjaga kesehatan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan, khususnya gangguan pernapasan. Puskesmas siap melakukan pelayanan dan pemantauan di wilayah masing-masing," jelasnya.

 

Editor : Rinaldi
kasus ISPA kabut Asap diskes kampar