414 Kasus ISPA Tercatat di Kampar Saat Paparan Asap Karhutla Dipantau

Kamaruddin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 18:47 WIB
Kadis Kesehatan Kampar Zulhendra Das
Kadis Kesehatan Kampar Zulhendra Das'at. (Istimewa)

 

KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar mencatat 414 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama pemantauan dampak kesehatan pada 1–4 September 2026.

ISPA menjadi gangguan kesehatan yang paling banyak ditemukan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Zulhendra Das’at, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Elfian mengatakan, angka tersebut merupakan hasil pemantauan laporan harian dari sejumlah puskesmas di Kabupaten Kampar.

Baca Juga: Diduga Terdampak Antrean Solar, Semen Langka Hampir Sebulan di Rohul, Omzet Toko Bangunan Anjlok

“Pada 1 September 2026 tercatat 122 kasus ISPA, kemudian 125 kasus pada 2 September. Selanjutnya, terdapat 79 kasus pada 3 September dan 88 kasus pada 4 September,” ujar Elfian, Jumat (4/9/2026).

Dengan demikian, dalam empat hari pemantauan tersebut tercatat 414 kasus ISPA. Kasus terbanyak terjadi pada 2 September dengan 125 kasus, disusul 122 kasus pada 1 September, 88 kasus pada 4 September, dan 79 kasus pada 3 September.

Sejumlah wilayah yang mencatat kasus ISPA cukup menonjol antara lain Tambang, Sibiruang, Pandau Jaya, Kuok, Tanah Tinggi, Air Tiris, dan Pulau Gadang.

Baca Juga: Hari Keempat, Tim Gabungan Masih Berjibaku Padamkan Karhutla di Rimbo Panjang

Selain ISPA, Dinas Kesehatan Kampar juga mencatat lima kasus pneumonia, lima kasus konjungtivitis, 14 kasus iritasi kulit, dan empat kasus asma. Jika seluruh kelompok gangguan kesehatan tersebut dijumlahkan, terdapat 437 kasus yang tercatat selama periode 1–4 September 2026.

Pemantauan dilakukan seiring kondisi udara yang terdampak asap karhutla. Dinas Kesehatan terus memonitor perkembangan kasus gangguan kesehatan di masyarakat, khususnya penyakit yang berkaitan dengan sistem pernapasan.

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan atau riwayat penyakit pernapasan. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara memburuk.

Baca Juga: Dosen dan Mahasiswa FPK Unri Kembangkan Pento Ramah Lingkungan

Jika harus beraktivitas di tengah kondisi berasap, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya.

Dinas Kesehatan menegaskan, angka 414 kasus ISPA tersebut merupakan kasus yang tercatat dalam laporan pemantauan kesehatan pada 1–4 September 2026. Data tersebut tidak serta-merta menunjukkan seluruh kasus ISPA disebabkan langsung oleh paparan asap karhutla.(kom)

Editor : M. Erizal
ispa dinas kesehatan kampar infeksi saluran pernapasan akut