KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kampar terus mempercepat pelaksanaan berbagai pekerjaan untuk mengejar target realisasi hingga akhir 2026. Memasuki triwulan III, realisasi fisik tercatat 49,70 persen, sedikit di bawah target 52 persen.
Sementara itu, realisasi keuangan Dinas PUPR Kampar mencapai 45,79 persen. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kampar, Arief Dwi Kurniawan ST mengatakan masih terdapat deviasi antara target dan realisasi fisik. Namun, pihaknya memastikan percepatan pekerjaan dilakukan mengingat saat ini pelaksanaan kegiatan telah memasuki triwulan IV.
“Kalau untuk realisasi PUPR tahun ini, di triwulan ketiga rencana kami 52 persen, terealisasi 49,70 persen. Ada sedikit deviasi,” ujar Arief, Selasa (8/9/2026).
Baca Juga: Lolos Lagi ke Perempatfinal US Open sejak Jadi Juara 2023, Coco Gauff Hadapi Mirra Andreeva
Menurut Arief, sejumlah kegiatan masih dalam proses pengerjaan, sementara sebagian lainnya telah rampung 100 persen. Untuk kegiatan yang belum berjalan maksimal, PUPR Kampar melakukan evaluasi sekaligus monitoring di lapangan.
Evaluasi tersebut mencakup validasi pekerjaan serta inventarisasi berbagai persoalan, termasuk kemungkinan adanya ketidaksesuaian dalam perencanaan.
“Langkah yang kita ambil pertama tentu percepatan. Kemudian kita monitoring kembali pekerjaan-pekerjaan yang belum terlaksana dan kita validasi lagi,” katanya.
Arief menjelaskan, apabila dalam proses evaluasi ditemukan kesalahan atau ketidaksesuaian pada perencanaan, pihaknya akan melakukan perbaikan untuk kemudian diusulkan dalam pergeseran APBD Perubahan 2026.
Namun demikian, aspek waktu menjadi salah satu pertimbangan utama. Kegiatan yang baru dimasukkan dalam perubahan anggaran harus mempertimbangkan sisa waktu pelaksanaan hingga akhir tahun.
“Karena waktu antara perubahan sampai akhir tahun sudah semakin mepet,” ujarnya.
Baca Juga: Rekor Baru Elena Rybakina di US Open 2026, Lolos Perempatfinal, Ancam Posisi Peringkat 1 Dunia WTA
Harga Material Jadi Salah Satu Kendala
Selain persoalan pelaksanaan kegiatan, PUPR Kampar juga menghadapi tantangan dalam penetapan harga pekerjaan. Arief menyebut, secara umum tidak terdapat kendala besar di lapangan. Namun, perubahan harga material menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pekerjaan.
Menurutnya, penetapan harga perkiraan sendiri (HPS) sempat mengalami keterlambatan karena adanya kenaikan harga sejumlah material yang harus disesuaikan dengan kondisi pasar.
“Kemarin penetapan harga HPS juga mengalami keterlambatan. Ada kenaikan harga sehingga kita harus melakukan penyesuaian dengan harga pasar,” jelasnya.
Ia mencontohkan kenaikan harga minyak yang turut berdampak terhadap harga material pekerjaan jalan, termasuk aspal dan AC-DC.
Penyesuaian harga tersebut dinilai penting agar nilai pekerjaan tetap realistis sesuai kondisi pasar dan pekerjaan dapat dilaksanakan oleh penyedia jasa.
Baca Juga: Disdikbud Pelalawan Perpanjang PJJ, BKPSDM Terapkan WFH bagi Ibu Hamil dan Menyusui
“Kalau kita menetapkan harga terlalu rendah, penyedia juga tidak mau mengerjakan. Jadi harus dilakukan penyesuaian harga dan survei pasar,” katanya.
Meski masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum berjalan maksimal, PUPR Kampar optimistis realisasi pekerjaan dapat terus dikejar hingga penghujung tahun.
Arief berharap seluruh target yang telah ditetapkan dapat terealisasi secara optimal sehingga pembangunan infrastruktur yang direncanakan pemerintah daerah dapat segera dirasakan masyarakat.
“In sya Allah dengan tercapainya 100 persen, infrastruktur bisa semakin lancar sesuai keinginan Pak Bupati. Yang paling penting, dampaknya bisa dirasakan masyarakat dan roda ekonomi juga bisa berputar,” pungkasnya.(kom)
Editor : Edwar Yaman