KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mencatat dua kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Rabu (16/9/2026. Kedua titik kebakaran tersebut berada di Kecamatan Tapung dan Kecamatan Salo.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB BPBD Kampar Adi Candra Lukita menjelaskan bahwa kebakaran pertama terjadi di Jalan Garuda, Desa Petapahan Jaya, Kecamatan Tapung.
"Kebakaran terjadi pada lahan mineral dengan vegetasi semak belukar. Luas lahan yang terbakar sekitar satu hektare dan saat ini api sudah berhasil dipadamkan," jelas Adi Candra Lukita.
Baca Juga: Kasus ISPA jadi 1.214 di Kuansing, Dinas Kesehatan Siapkan Masker
Dalam penanganan kebakaran tersebut, tim gabungan melibatkan BPBD, Damkar, TNI, Polri, PT Paputra Masterindo, perangkat desa dan masyarakat. Tim juga melakukan pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak terjadi penyalaan kembali.
Sementara itu, kebakaran lahan kedua terjadi di Jalan Lingkar Sungai Hijau 4, Desa Salo, Kecamatan Salo. Lahan yang terbakar merupakan lahan mineral dengan vegetasi semak belukar dan perkebunan karet, dengan luas sekitar 0,25 hektare.
"Untuk kejadian di Desa Salo, api juga sudah berhasil dipadamkan. Tim gabungan melakukan pemadaman, pemblokiran sekaligus pendinginan di lokasi," ujar Adi.
Baca Juga: 3.738 Mahasiswa Baru Umri Diajak Jadi Generasi Pencerah dan Penggerak Ketahanan Pangan
Namun, dalam proses penanganan di lokasi tersebut, tim menghadapi kendala berupa sulitnya mendapatkan sumber air.
Selain menangani dua kejadian karhutla, BPBD Kampar juga terus memantau kondisi kualitas udara dan prakiraan cuaca. Berdasarkan laporan per 16 September 2026 pukul 16.36 WIB, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kabupaten Kampar tercatat 171 dengan kategori tidak sehat, dengan parameter kritis PM2,5.
BPBD Kampar juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan. Berdasarkan prakiraan cuaca, sebagian wilayah Kabupaten Kampar berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang.
Baca Juga: Kalah Prapid, Perkara Pemerasan Larsen Yunus Segera Disidang
Di sisi lain, BPBD Kampar mencatat satu titik hotspot pada Rabu, 16 September 2026 yang terdeteksi di Desa Sungai Sarik, Kecamatan Kampar Kiri, berdasarkan sumber NASA-NOAA20 dengan tingkat kepercayaan medium.
BPBD Kabupaten Kampar memastikan pemantauan terhadap kondisi karhutla, cuaca dan kualitas udara terus dilakukan sebagai bagian dari upaya penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Kampar. (kom)
Editor : M. Erizal