BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Bangkinang mencapai 203 atau masuk kategori sangat tidak sehat, Kamis (17/9/2026). Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah.
Berdasarkan data stasiun pemantauan kualitas udara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kampar di Jalan Tuanku Tambusai, ISPU Bangkinang tercatat 203 pada Kamis pukul 11.20 WIB. Kondisi tersebut menunjukkan kualitas udara perlu diwaspadai karena paparan polutan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Mewakili Kepala Diskes Kampar dr Zulhendra Das'at, Kepala Bidang Pelayanan dan Kesehatan (Yankes) Dinkes Kampar dr Siti Valiani mengatakan, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat.
Baca Juga: PLN Ekspose Rencana Pengadaan Lahan Smart Control Center ke Pemko Pekanbaru
"Untuk sementara, sebaiknya masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus beraktivitas di luar, jangan lupa menggunakan masker," ujar Siti Valiani, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, perhatian lebih perlu diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak. Orang tua diimbau membatasi aktivitas anak di luar rumah untuk mengurangi paparan asap dan polutan.
Selain menggunakan masker saat berada di luar rumah, masyarakat juga diminta menutup rapat pintu dan jendela ketika kondisi udara di luar dipenuhi asap. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi masuknya polutan ke dalam rumah.
Baca Juga: PLN Ekspose Rencana Pengadaan Lahan Smart Control Center ke Pemko Pekanbaru
Diskes Kampar juga mengingatkan masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan, terutama dengan memperbanyak minum air putih. Asupan makanan bergizi juga dianjurkan untuk membantu menjaga kondisi tubuh.
Terkait kegiatan belajar mengajar di sekolah, Diskes Kampar akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kampar. Koordinasi dilakukan untuk membahas langkah teknis perlindungan siswa di tengah kondisi kualitas udara yang masuk kategori sangat tidak sehat.
Masyarakat juga diminta terus memantau perkembangan kualitas udara. Apabila mengalami keluhan kesehatan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan pernapasan lainnya, warga diimbau segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.
Baca Juga: Pelaku Pembacokan Tukang Ojek di Sungai Kembung Dibekuk Polisi
Kondisi kualitas udara tersebut menjadi perhatian karena keluhan gangguan kesehatan, khususnya ISPA, telah tercatat dalam laporan pelayanan kesehatan di Kabupaten Kampar.
Berdasarkan laporan harian Dinkes Kampar periode 1 hingga 14 September 2026, ISPA menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak tercatat. Rekapitulasi laporan dari puskesmas mencatat sebanyak 1.297 kasus ISPA selama periode tersebut.
Selain ISPA, petugas kesehatan juga mencatat 42 kasus iritasi kulit, 14 kasus konjungtivitis, dan 26 kasus asma. Sementara itu, dalam periode yang sama tidak tercatat kasus pneumonia maupun kematian dalam laporan tersebut.(kom)
Editor : Edwar Yaman