BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar, Sabtu (19/9/2026).
Kepala Pusdalops PB BPBD Kampar Adi Candra Lukita, menjelaskan berdasarkan laporan harian kondisi bencana hidrometeorologi yang diperbarui hingga pukul 17.00 WIB, secara umum kondisi kejadian bencana di Kabupaten Kampar masih nihil.
"Untuk kejadian bencana sampai dengan update pukul 17.00 WIB, belum terdapat laporan kejadian bencana di wilayah Kabupaten Kampar. Namun, kami tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan," jelas Adi Candra Lukita.
Baca Juga: TNI Perkenalkan Alutsista Baru Kepada Rakyat Indonesia, Digelar di Monas, Semuanya Gratis
Ia mengatakan, berdasarkan informasi prakiraan cuaca BMKG, kondisi cuaca di Kampar diprakirakan cerah berawan dengan suhu berkisar 28–29 derajat Celsius, kelembapan 76 persen dan kecepatan angin sekitar 8 kilometer per jam dari arah tenggara.
Meski demikian, BPBD tetap mengingatkan adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang, khususnya di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, termasuk Kecamatan Kampar Kiri Hulu.
"Potensi cuaca ekstrem tetap menjadi perhatian. Karena itu, masyarakat kami imbau untuk tetap waspada, terutama ketika terjadi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang," ujarnya.
Baca Juga: Tekanan Angin Ban Sebabkan Konsumsi BBM Kendaraan Boros, Simak Pengaruh Lainnya!
Selain cuaca, BPBD Kampar juga memantau kualitas udara. Berdasarkan data AQMS/ISPU Kabupaten Kampar pada pukul 15.00 WIB, nilai ISPU tercatat 111 dengan kategori tidak sehat, dengan parameter kritis berupa PM2,5.
Sementara itu, pemantauan kondisi PLTA Koto Panjang pada pukul 13.00 WIB menunjukkan elevasi berada di angka 74,74 mdpl, dengan outflow turbin sebesar 65,08 meter kubik per detik dan inflow waduk mencapai 727,03 meter kubik per detik.
BPBD Kampar, lanjut Adi, akan terus memantau perkembangan cuaca, kualitas udara, serta kondisi wilayah sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Baca Juga: PSPS Pekanbaru Menang 2-1 Atas Persiraja Banda Aceh
Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila terjadi kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana di lingkungan masing-masing.
"Saat ini tidak ada hot spot yang terpantau. Karhutla yang terjadi di Sungai Hijau sudah padam dibantu hujan semalaman mengguyur Bangkinang," jelas Adi Candra.
Editor : Rinaldi