KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Kelas jauh SDN 007 Sungai Agung, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, menjadi perhatian setelah kondisi sekolah yang berdinding triplek viral di media sosial.
Di balik kondisi bangunannya, akses menuju sekolah tersebut juga menjadi tantangan tersendiri.
Untuk mencapai sekolah dari Kota Bangkinang, perjalanan membutuhkan waktu sekitar dua jam. Setibanya di Desa Kusau Makmur, perjalanan masih harus dilanjutkan menuju lokasi sekolah yang berada di Dusun IV Gunung Sejati, Desa Sungai Agung.
Baca Juga: Lebih Lengkap, Duta Ponsel Hadirkan Samsung Experience Store Pekanbaru
Akses menuju sekolah didominasi jalan tanah. Sepanjang perjalanan, hamparan perkebunan kelapa sawit terlihat di sisi kiri dan kanan jalan.
Kondisi jalan yang belum beraspal membuat perjalanan menuju sekolah tidak mudah, terutama ketika kondisi jalan kurang bersahabat. Jalur tersebut menjadi akses yang harus dilalui untuk mencapai sekolah yang berada di tengah kawasan perkebunan kelapa sawit.
Di lokasi, aktivitas belajar mengajar tetap berlangsung. Anak-anak di kawasan tersebut menggunakan sekolah sebagai tempat untuk mendapatkan pendidikan meski kondisi sarana dan akses menuju lokasi masih memiliki keterbatasan.
Baca Juga: Songsong Hari Jadi Rohil, Pemda Bahas Rangkaian Kegiatan
Kondisi bangunan sekolah yang menggunakan dinding triplek kemudian menjadi perhatian setelah videonya beredar dan viral di media sosial.
Kondisi tersebut menggambarkan keterbatasan fasilitas yang masih dihadapi sekolah yang berada cukup jauh dari pusat permukiman.
Keberadaan kelas jauh SDN 007 Sungai Agung menjadi penting bagi anak-anak di kawasan tersebut. Sekolah itu memberikan akses pendidikan bagi mereka tanpa harus menempuh perjalanan yang lebih jauh untuk bersekolah di lokasi lain.
Baca Juga: 12 Pemenang Apresiasi GTK Rohul 2026 Diumumkan, Ini Nama dan Asal Sekolahnya
Selain kondisi bangunan, perjalanan menuju sekolah dengan akses jalan tanah juga menjadi bagian dari keseharian warga dan anak-anak yang berada di kawasan tersebut.
Editor : M. Erizal