KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Dua puluh dua tahun mengajar dengan insentif seadanya di daerah terisolasi tak melunturkan ketulusan Rohmawati mendidik anak-anak kelas jauh SDN 007 Sungai Agung.
Kini, saat Pemkab Kampar mulai merencanakan pembangunan ruang belajar baru, sang guru perintis menggantungkan harapan agar pemerintah tidak melupakan nasib dan kesejahteraan guru honorer yang telah puluhan tahun bertaruh di garis depan pendidikan.
Kehadiran Pemkab Kampar menjadi angin segar bagi Rohmawati, seorang guru honorer yang telah mendedikasikan hidupnya selama lebih dari dua dekade di sekolah terpencil tersebut.
Baca Juga: Dugaan Ilog, Polres Rohil Tangkap Pemilik Panglong dan Satu Pekerja di Sinaboi
Rohmawati menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas tindakan cepat pemerintah daerah serta keterlibatan berbagai pihak, termasuk jajaran kepolisian, yang peduli terhadap kondisi sekolahnya.
“Alhamdulillah, saya sangat senang dan terharu Pemkab Kampar cepat tanggap. Hari ini konsultan langsung mengukur lokasi, insya Allah pembangunan ruang belajar segera direalisasikan,” ujar Rohmawati saat ditemui di lokasi, Kamis (24/9/2026).
Mengajar Sepenuh Hati Sejak Sekolah Berdiri
Baca Juga: Kado HUT ke-27 Pelalawan: Bupati Zukri Umumkan Tuntasnya Validasi 3.076 Calon Penerima Jargas Gratis
Rohmawati merupakan salah satu perintis yang mengajar sejak SDN 007 Sungai Agung pertama kali dibuka 22 tahun lalu. Kala itu, akses jalan menuju sekolah sangat memprihatinkan dan kondisi ekonomi masyarakat setempat masih jauh dari sejahtera.
Meski harus mengajar di wilayah terisolir dengan honorarium yang jauh dari kata cukup, ketulusan dan kecintaan pada dunia pendidikan membuatnya bertahan.
“Bila dilihat dari segi ekonomi, insentifnya tentu tidak layak. Namun, motivasi saya murni karena cinta pada profesi ini dan ingin membagikan ilmu kepada anak-anak bangsa,” ungkapnya.
Baca Juga: Polres Kuansing Tertibkan 20 Rakit PETI di Empat Lokasi, Seluruhnya Dimusnahkan
Pengabdian panjang Rohmawati tidak sia-sia. Dari sekolah sederhana tersebut, ia berhasil melahirkan banyak lulusan yang sukses melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi dan berprofesi sebagai tenaga medis.
Di balik keberhasilan murid-muridnya, Rohmawati masih menyimpan asa terhadap nasib kesejahteraannya sendiri. Setelah mengabdi hampir 23 tahun, statusnya hingga kini masih sebagai guru honorer.
Ia berharap Pemkab Kampar dan pemerintah pusat dapat memberikan perhatian khusus bagi guru-guru honorer yang bertugas di daerah terpencil.
Baca Juga: PSPS Siap Tempur di Markas Sumsel United, Bidik Tiga Poin
“Gaji yang diterima teman-teman guru honorer saat ini sangat jauh dari layak, apalagi di tengah kebutuhan hidup zaman sekarang. Saya berharap pemerintah dapat memperhatikan nasib kami, khususnya yang mengabdi di wilayah terisolir,” tuturnya.
Selain masalah kesejahteraan guru, kendala akses jalan dan keterbatasan bangunan sekolah turut berdampak pada penurunan jumlah murid..Kelas jauh SDN 007 Sungai Agung yang dulunya menampung hingga 50 siswa, saat ini hanya memiliki sekitar 18 murid.
Beberapa orang tua murid dari dua wilayah afdeling sekitar sempat mengurungkan niat untuk menyekolahkan anaknya di sana akibat sarana fisik yang belum memadai.
Baca Juga: Daftar Nama 21 Pejabat Pemkab Rohil Dilantik, Bupati Ingatkan Tanggungjawab Tugas
Rohmawati optimistis, jika pembangunan ruang belajar baru dan perbaikan akses jalan dapat terealisasi, kebangkitan kelas jauh SDN 007 Sungai Agung akan terwujud.
“Kalau bangunan sekolah sudah bagus dan layak, anak-anak dari sekitar sini pasti akan kembali bersekolah di kelaa jauh SDN 007 Sungai Agung,” tutupnya.(kom)
Editor : M. Erizal