KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Kualitas udara di Kabupaten Kampar tercatat berada pada angka 185 atau kategori tidak sehat berdasarkan data AQMS/ISPU pada Senin (28/9/2026) pukul 16.00 WIB.
Di tengah kondisi tersebut, BPBD Kampar mencatat belum ada kejadian bencana hidrometeorologi, namun masyarakat tetap diminta mewaspadai potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra, mengatakan hingga pukul 16.00 WIB belum terdapat laporan kejadian bencana di wilayah Kabupaten Kampar.
“Untuk laporan hari ini, hingga pukul 16.00 WIB belum ada kejadian bencana yang tercatat di wilayah Kabupaten Kampar. Namun, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca,” ujar Adi Candra.
Baca Juga: FIFA ASEAN Cup 2026: Tom Haye Kartu Merah, 10 Pemain Timnas Indonesia Tahan Imbang Malaysia 0-0
Berdasarkan data AQMS/ISPU Kabupaten Kampar, angka 185 tersebut masuk kategori tidak sehat, dengan parameter kritis PM10. Di sisi lain, berdasarkan informasi prakiraan cuaca BMKG yang tercantum dalam laporan BPBD Kampar, kondisi cuaca secara umum diprakirakan cerah berawan dengan suhu 29–30 derajat Celsius dan kelembapan sekitar 76 persen. Kecepatan angin tercatat sekitar 6,6 kilometer per jam dari arah tenggara.
Meski cuaca secara umum cerah berawan, terdapat peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar.
“Potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang tetap harus menjadi perhatian. Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar rumah ketika terjadi perubahan cuaca,” jelasnya.
Baca Juga: Tujuh Nasabah BTPN Syariah Kecamatan Sungai Apit Raih Hadiah Umrah lewat Program Umrah Satu Pesawat
Sementara itu, pantauan titik panas (hotspot) dalam laporan BPBD Kampar tercatat nihil. Untuk kondisi PLTA Koto Panjang, pada pukul 13.00 WIB elevasi tercatat 75,76 mdpl, dengan outflow turbine sebesar 193,29 m³/detik dan inflow waduk sebesar 27,36 m³/detik.
BPBD Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kualitas udara, informasi cuaca, serta peringatan dini dari sumber resmi. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan bencana di wilayah masing-masing.(kom)
Editor : Edwar Yaman