BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mencatat hingga Sabtu (3/10/2026) sore belum terdapat kejadian bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kampar. Kendati demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta kondisi kualitas udara yang masuk kategori sangat tidak sehat.
Kepala Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita, menjelaskan bahwa berdasarkan laporan harian, informasi kejadian bencana di Kabupaten Kampar hingga pukul 16.00 WIB terpantau nihil. Titik panas (hotspot) juga tercatat nihil.
"Untuk kejadian bencana sampai dengan pembaruan pukul 16.00 WIB, masih nihil. Namun, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan karena berdasarkan prakiraan cuaca terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat," jelas Adi Candra Lukita, Sabtu (3/10/2026).
Baca Juga: Derby Sumatera, Besok Malam PSPS Bidik Tiga Poin Hadapi Semen Padang FC
Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dihimpun BPBD Kampar, kondisi cuaca di wilayah tersebut diprakirakan mendung dengan suhu berkisar 25–26 derajat Celsius, kelembapan udara mencapai 71 persen, serta kecepatan angin sekitar 7 kilometer per jam yang bertiup dari arah timur.
Selain itu, terdapat peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar.
Di samping ancaman cuaca ekstrem, laporan BPBD Kampar juga menyoroti kondisi kualitas udara. Berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada pukul 16.00 WIB, kualitas udara di Kabupaten Kampar berada diangka 219 atau masuk dalam kategori sangat tidak sehat, dengan parameter kritis PM2.5.
Baca Juga: Agenda Perdana, Kapolres Kunjungi dan Silaturahmi dengan Bupati Inhu
Sementara itu, untuk memitigasi potensi banjir dan mengatur debit air, pihak BPBD turut memantau perkembangan kondisi Waduk PLTA Koto Panjang.
Berdasarkan pencatatan pukul 13.00 WIB, elevasi waduk berada di angka 76,02 mdpl. Adapun rincian aliran air menunjukkan outflow turbine sebesar 203,82 meter kubik per detik, sedangkan inflow (debit air masuk) waduk tercatat sebesar 424,47 meter kubik per detik.
Adi menegaskan bahwa BPBD Kampar akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan cuaca dan potensi kebencanaan di berbagai titik wilayah Kabupaten Kampar.
Baca Juga: Musda Tetapkan H Bistamam sebagai Ketua DPD II Golkar Rohil
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat terjadi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Jika terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan, masyarakat diharapkan segera mengambil langkah keselamatan dan melaporkannya kepada pihak terkait," ujarnya.
BPBD Kampar juga mengingatkan masyarakat agar senantiasa memantau informasi resmi seputar perkembangan cuaca dan kondisi kebencanaan guna mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.
Editor : Rinaldi