KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kampar.
Berdasarkan laporan harian kondisi bencana hidrometeorologi BPBD Kampar, Ahad (4/10/2026) sore, prakiraan cuaca menunjukkan prospek hujan ringan dengan suhu 25-26 derajat Celsius, kelembapan 75 persen dan kecepatan angin 2,8 kilometer per jam.
BPBD juga menerima peringatan dini bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar. Kondisi tersebut dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang, terutama di wilayah XIII Koto Kampar, Kampar Kiri Hulu dan Tapung Hulu.
Baca Juga: Jelang Duel Semen Padang vs PSPS Pekanbaru, Begini Prediksinya!
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops Adi Candra Lukita menjelaskan, hingga pembaruan laporan pukul 16.00 WIB, tidak terdapat kejadian bencana yang dilaporkan di wilayah Kabupaten Kampar.
"Untuk informasi kejadian bencana sampai dengan pukul 16.00 WIB masih nihil. Namun, masyarakat tetap kami imbau meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang," jelasnya.
Ia mengatakan, kewaspadaan diperlukan karena kondisi cuaca tersebut berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi, terutama di wilayah yang masuk dalam peringatan dini.
Baca Juga: Jika Terwujud, Kuansing Bakal Punya 3 Sekolah Megah dari APBN. 2 Sekolah Tunggu Persetujuan Pusat
Selain memantau kondisi cuaca, BPBD Kampar juga terus memonitor sejumlah indikator lingkungan dan kondisi Waduk PLTA Koto Panjang. Dalam laporan tersebut, pada pukul 13.00 WIB elevasi PLTA Koto Panjang tercatat 76,32 mdpl, dengan outflow turbine 123,45 meter kubik per detik dan inflow waduk 564,75 meter kubik per detik.
Di sisi lain, hasil pemantauan kualitas udara (ISPU) Kabupaten Kampar pada pukul 16.00 WIB tercatat berada di angka 152 dengan kategori tidak sehat, dengan parameter kritis PM2,5. Sementara itu, titik hotspot pada hari tersebut dilaporkan nihil.
Adi Candra menambahkan, masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi dan peringatan yang disampaikan BPBD maupun instansi terkait serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi yang berpotensi membahayakan.
Baca Juga: Beri Penghargaan, Kapolres Pelalawan Apresiasi Kontribusi PT THIP dalam Penanganan Karhutla
"Yang terpenting masyarakat tetap waspada dan tidak mengabaikan peringatan dini cuaca. Jika terjadi kondisi darurat atau bencana, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti," ujarnya.
BPBD Kabupaten Kampar memastikan pemantauan terhadap kondisi cuaca, potensi bencana hidrometeorologi dan perkembangan situasi di wilayah Kampar terus dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan. (kom)
Editor : M. Erizal