BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa dan mendorong komersialisasi produk lokal ramah lingkungan, Tim Pengabdian Program Desa Binaan (PDB) Universitas Riau (Unri) sukses menggelar kegiatan pendampingan produksi sabun padat eco enzyme. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (3/10) di ruang Serba Guna Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar ini difokuskan pada peningkatan mutu produk agar memenuhi standar kesehatan serta persiapan pendaftaran izin edar resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kegiatan pendampingan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Desa Batu Belah Wahyu Affandi SHut dan Ketua Kelompok PKK Desa Batu Belah Leni Darsi, beserta jajaran pengurus dan anggota Kelompok PKK Desa Batu Belah. Turut hadir aktif dalam kegiatan ini para petugas Posyandu Desa Batu Belah, mahasiswa Kukerta Fakultas Hukum (FH) Unri 2026, mahasiswa Program Studi Diploma Tiga (D3) Teknologi Pulp dan Kertas Unri, serta Tim Pengabdian PDB Unri yang diketuai oleh Chairul ST MT. Program Desa Binaan ini didanai melalui DIPA LPPM Universitas Riau Tahun Anggaran 2026 sebagai wujud nyata implementasi visi ’’Kampus Berdampak’’ dalam mendukung hilirisasi riset dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat desa.
Ketua Tim Pengabdian PDB Unri Chairul ST MT menjelaskan bahwa pendampingan kali ini merupakan langkah krusial untuk mentransformasi produk olahan rumah tangga masyarakat menjadi produk kosmetika yang legal, aman, dan berdaya saing di pasar ritel.
Baca Juga: Tak Capai Kuorum, DPRD Kampar Tunda Paripurna Pembahasan 8 Ranperda
’’Jika pada tahap awal fokus kita berada pada penguasaan teknik dasar pembuatan eco enzyme, maka pada tahun 2026 ini fokus utama kita adalah standarisasi mutu dan pemenuhan regulasi kesehatan. Sabun mandi merupakan produk kosmetika yang bersentuhan langsung dengan kulit, sehingga uji mutu laboratorium — pemeriksaan nilai PH, kadar alkali bebas, serta bebas cemaran mikroba dan logam berat — menjadi syarat mutlak sebelum mengajukan notifikasi izin edar di e-BPOM,’’ ujar Chairul.
Sekretaris Desa Batu Belah Wahyu Affandi SHut dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas keberlanjutan program pengabdian dari Universitas Riau ini. Ia menilai kehadiran para akademisi dan mahasiswa memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat desa.
’’Pemerintah Desa Batu Belah sangat mendukung penuh inisiatif ini. Pengolahan limbah organik menjadi sabun padat eco enzyme tidak hanya membantu menjaga kelestarian lingkungan desa, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang bernilai ekonomis bagi ibu-ibu PKK dan warga Desa Batu Belah,’’ ungkap Wahyu Affandi.
Baca Juga: BPBD Kampar Minta Warga Waspadai Cuaca Ekstrem dan Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok PKK Desa Batu Belah Leni Darsi. Ia mengungkapkan rasa optimisnya bahwa dengan adanya pendampingan standar mutu dan perizinan BPOM dari tim Unri, produk sabun karya buatan PKK Desa Batu Belah akan mampu menembus pasar yang lebih luas.
’Selama ini sabun eco enzyme buatan kami diproduksi dan dipasarkan secara terbatas. Melalui pendampingan langsung dari Pak Chairul dan tim Unri, kami menjadi sangat paham tentang pentingnya standar higiene produksi, tata cara pengemasan yang sesuai ketentuan BPOM, serta legalitas produk agar konsumen merasa aman dan percaya,’’ tutur Leni Darsi.
Selain praktik pembuatan sabun padat eco enzyme berstandar kesehatan, para peserta yang terdiri dari anggota PKK dan petugas Posyandu dibekali pemahaman mengenai higiene sanitasi sarana produksi sesuai prinsip Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB). Kolaborasi lintas disiplin ilmu juga terlihat dari keterlibatan aktif mahasiswa KUKERTA FH UNRI 2026 dalam memberikan pendampingan aspek legalitas usaha, serta mahasiswa D3 Teknologi Pulp dan Kertas Unri yang mendampingi proses teknis pengolahan bahan kimia alami.(nto/c)
Editor : Arif Oktafian