BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Sebanyak 13 murid SDN 044 Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar dilarikan ke rumah sakit usai mengalami gejala diduga keracunan makanan, Selasa (6/10/2026).
Gejala tersebut muncul beberapa saat setelah para murid menyantap hidangan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Zulhendra Dasat, melalui Kabid P2P Elfian, membenarkan kejadian tersebut.
Pihaknya menerima laporan dari tim Surveilans Puskesmas dan langsung menerjunkan tim ke RSD Madani Pekanbaru untuk melakukan verifikasi serta penanganan awal.
Baca Juga: Kabut Asap Tebal, Jarak Pandang hanya 200 Meter, ISPU Masuk Indikator Biru
"Tim Surveilans dan Kesehatan Lingkungan Diskes Kampar sudah turun ke RSD Madani. Dari total 555 murid penerima program MBG di sekolah tersebut, tercatat ada 13 yang mengalami gejala," ujar Elfian.
Para korban terdiri dari 12 murid kelas 6B dan 1 murid kelas 6A. Gejala yang dialami para murid antara lain kulit kemerahan, timbul bentol atau ruam, sakit perut, mual, muntah, hingga demam. Reaksi tersebut dirasakan para murid hanya selang 10 menit setelah mengonsumsi menu MBG pada jam istirahat sekolah sekitar pukul 09.30 WIB.
Adapun menu yang disajikan hari itu terdiri dari nasi, telur goreng sambal cabai, tempe goreng, tumis sawi putih, dan buah semangka.
Baca Juga: Udara Kampar Berbahaya, Anggota DPRD Rinaldo Dorong Pembagian Masker dan Optimalisasi PJJ
Saat ini, seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis di RSD Madani. Sebanyak 9 murid sudah dipindahkan ke ruang rawat inap untuk menjalani observasi lanjutan, sementara 4 lainnya masih mendapat penanganan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Kondisi para murid juga mendapat perhatian langsung dari Kadis Kesehatan Provinsi Riau bersama jajaran Diskes Provinsi Riau, Tim Gerak Cepat (TGC), dan jajaran Diskes Kampar yang turun meninjau langsung ke RSD Madani guna memastikan perawatan berjalan maksimal.
Meskipun demikian, Diskes Kampar menegaskan belum bisa menyimpulkan penyebab pasti dari peristiwa ini. Sampel sisa makanan yang dikonsumsi para murid telah diambil dan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Riau untuk dilakukan uji laboratorium.
Baca Juga: Besok, UAS Hadir di Masjid Agung Istiqomah Bengkalis
Saat ini kejadian masih dalam proses penyelidikan epidemiologi. Pemantauan terhadap kondisi seluruh pasien maupun potensi munculnya kasus tambahan akan terus dilakukan oleh pihak Diskes selama 3 x 24 jam ke depan.
Editor : Rinaldi