KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Sejumlah siswa SD Negeri 044 Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, sempat menjalani observasi di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Madani.
Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karya Indah 2, Efendi Candra, mengatakan seluruh siswa yang dibawa ke rumah sakit telah diperbolehkan pulang. Efendi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, para siswa dibawa ke rumah sakit pada pagi hari untuk menjalani pemeriksaan dan observasi di UGD.
“Anak-anak itu masuk pagi dan diobservasi di UGD Rumah Sakit Madani. Kemudian sore sudah pulang semua,” ujar Efendi, Kamis (8/10/2026).
Baca Juga: Pasutri Terdakwa TPPO Datangi Kejari Bengkalis Pinjam Pakai Dua Mobil Barang Bukti
Ia menyebutkan, pada malam harinya setelah Magrib, dua siswa kembali dibawa ke rumah sakit. Namun, sekitar pukul 22.00 WIB, keduanya juga telah diperbolehkan pulang.
Menurut Efendi, berdasarkan keterangan dokter jaga UGD Rumah Sakit Madani, kondisi para siswa tidak menunjukkan indikasi yang mengharuskan mereka menjalani rawat inap.
“Dari keterangan dokter, pimpinan dokter jaga UGD-nya, tidak ada indikasi yang menyatakan anak-anaknya harus menginap,” katanya.
Terkait dugaan kondisi siswa berkaitan dengan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Efendi menegaskan hingga kini belum ada kesimpulan yang menyatakan makanan tersebut menjadi penyebab.
Baca Juga: Rektor Universitas Pahlawan Amir Luthfi Serukan Aksi Bersama Selamatkan Keanekaragaman Hayati
Menurut dia, pihak sekolah juga belum menyampaikan adanya kaitan langsung antara kondisi siswa dengan menu MBG yang disajikan pada hari tersebut.
“Dari pihak sekolah sendiri tidak ada menyatakan bahwa itu karena MBG,” ujarnya.
Efendi mengatakan, berdasarkan informasi dari pihak sekolah, sebagian siswa mengalami gatal-gatal setelah bermain di sekitar halaman sekolah yang terdapat potongan bambu.
“Karena di halaman sekolah itu ada bambu yang dipotong-potong. Anak-anak main di situ. Itulah gatal-gatal itu. Indikasinya seperti itu dari sekolah,” jelasnya.
Baca Juga: Dealer 3S Geely Hadir di Pekanbaru, Dukung Keperluan Mobil Listrik di Riau
Selain itu, Efendi menyebutkan terdapat siswa yang sebelumnya diinformasikan tidak mengonsumsi makanan MBG pada hari tersebut. Namun, ketika berada di rumah sakit, siswa tersebut disebut mengaku telah makan.
“Guru sendiri yang bilang dia tidak makan. Jadi memang ada anak yang malas makan. Yang lemas itu, memang malas makan nasi,” ujarnya.
Untuk memastikan kondisi para siswa sekaligus menelusuri penyebab kejadian, Efendi mengaku telah mendatangi sekolah dan bertemu dengan guru serta wali murid.
Sementara itu, pihak SPPG masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan MBG yang disajikan pada hari kejadian.
“Ini masih dilaporkan ke Dinas Kesehatan. Hasil laboratoriumnya sekitar seminggu,” katanya.
Adapun menu MBG yang disajikan pada hari tersebut terdiri atas telur goreng sambal merah, tempe, tumis sawi putih, dan buah semangka.
Baca Juga: Dealer 3S Geely Hadir di Pekanbaru, Dukung Keperluan Mobil Listrik di Riau
Efendi menambahkan, pihak SPPG juga telah berkoordinasi dan mendampingi petugas kepolisian dalam menelusuri kejadian tersebut.
“Saya seharian kemarin menemani orang Polres, dari rumah sakit sampai ke sekolah, sampai ke rumah anak-anak, untuk wawancara juga,” ungkapnya.(kom)
Editor : Edwar Yaman