BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Forum PAUD Kabupaten Kampar membagikan 500 masker KN95 kepada masyarakat di Bangkinang Kota, Kamis (8/10/2026) sore. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terdampak pencemaran udara.
Pembagian masker dipimpin Bunda PAUD Kabupaten Kampar, Tengku Nurheryani Ahmad Yuzar, bersama Wakil Ketua Forum PAUD Kampar, Zulkifli, dan jajaran pengurus. Masker dibagikan kepada warga yang melintas di depan Balai Bupati Kampar, Jalan Prof M Yamin, Bangkinang Kota.
Langkah tersebut merupakan upaya preventif untuk membantu masyarakat melindungi diri dari paparan asap karhutla yang menyelimuti wilayah Kabupaten Kampar dan sekitarnya. Asap tersebut dilaporkan merupakan kiriman dari wilayah selatan Sumatera.
Baca Juga: Sumatera Terpantau 4.127 Titik Panas, Jarak Pandang Pekanbaru Tersisa 1.400 Meter
Tengku Nurheryani mengatakan, pembagian masker merupakan wujud kepedulian Forum PAUD terhadap kondisi kesehatan masyarakat di tengah memburuknya kualitas udara. Menurutnya, dampak kabut asap tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak.
"Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup pada 8 Oktober 2026, kualitas udara di Kabupaten Kampar menyentuh angka 387 atau masuk kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya," ujar Nurheryani.
Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih buruk.
Baca Juga: Panggung Bintang Radio Kuansing Semarak, 43 Peserta Unjuk Bakat, Enam Melaju ke Grand Final
"Dengan kondisi tersebut, penggunaan masker sudah seharusnya menjadi salah satu langkah perlindungan diri untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan asap karhutla," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Forum PAUD Kabupaten Kampar, Zulkifli, mengatakan pembagian masker gratis tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap bagi masyarakat.
"Giat ini merupakan bentuk antisipasi terhadap dampak yang ditimbulkan oleh kondisi asap. Lebih dari itu, kegiatan ini menunjukkan tingginya perhatian Forum PAUD Kampar terhadap kesehatan anak-anak secara khusus dan masyarakat Kampar secara umum," ujar Zulkifli.
Baca Juga: Dibujuk Istri, Tahanan Narkoba yang Kabur dari Lapas Pasirpengaraian Akhirnya Menyerahkan Diri
Ia menegaskan, perhatian Forum PAUD tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan pendidikan anak usia dini, tetapi juga mencakup aspek kesehatan dan keselamatan anak. Menurutnya, kondisi lingkungan yang kurang sehat perlu menjadi perhatian bersama agar tidak menghambat tumbuh kembang anak.
"Ketua dan Wakil Ketua Forum PAUD Kampar berkomitmen tidak hanya memastikan pelayanan pendidikan bagi anak-anak Kampar, tetapi juga ikut memperhatikan dan menjaga kesehatan mereka," katanya.
Zulkifli berharap, aksi pembagian masker tersebut dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang memburuk. "Dengan begitu, anak-anak tetap dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dalam berbagai kondisi yang dihadapi," tambahnya.
Baca Juga: Disdik Pelalawan Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh di 8 Kecamatan
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi Forum PAUD dengan Pemerintah Kabupaten Kampar dalam merespons dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.
Forum PAUD Kabupaten Kampar mengajak masyarakat untuk tetap waspada, membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, serta menggunakan perlindungan yang sesuai saat harus beraktivitas di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.