BANGKINANG (RIAUPOS.CO) -- Tim Satuan Tugas (Satgas) Gabungan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terdiri dari TRC BPBD Kabupaten Kampar, TNI, Polri, Damkar, Pemerintah Kecamatan Salo, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan masyarakat setempat, berhasil memadamkan kebakaran lahan di wilayah Sungai Hijau 4 dan Jalan Lingkar Salo, Desa Salo, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Kamis (8/10/2026) malam.
Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan, melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, tim gabungan telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan dan pemadaman kebakaran lahan yang dilaporkan pada pukul 19.30 WIB.
"Berdasarkan laporan petugas di lapangan, kebakaran lahan di wilayah Sungai Hijau 4 dan Jalan Lingkar Salo, Desa Salo, telah berhasil dipadamkan. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih satu hektare," jelas Adi Candra Lukita.
Baca Juga: Pj Sekda Kuansing Lepas Kontingen Porseni IGTKI, 1.662 Peserta Ambil Bagian di Sembilan Cabang
Ia menyampaikan, penanganan kebakaran melibatkan personel gabungan, yakni 15 orang dari BPBD Kabupaten Kampar, tujuh dari Damkar, lima masyarakat, 35 personel TNI, enam personel Polri, serta dua orang dari Masyarakat Peduli Api (MPA). Kegiatan tersebut juga melibatkan Pemerintah Kecamatan Salo.
Personel TNI terdiri dari anggota Batalyon 132/BS yang dipimpin Kapten Inf Andi Siregar, personel Yonif TP 898 Pancalang Cakti, serta Babinsa Salo. Sementara itu, personel Polri dipimpin Kapolsek Bangkinang Barat, Ipda Roy Sandi SH MH.
Menurut Adi Candra, kebakaran terjadi pada lahan mineral yang ditumbuhi semak belukar, dengan karakteristik kebakaran di atas permukaan tanah. Saat proses penanganan berlangsung, kondisi cuaca dilaporkan cerah berawan.
Baca Juga: Pura-Pura Jadi Polisi, Begal Bersenpi Gasak Dua Handphone, Satu Ditangkap, Satu Buron
Dalam pelaksanaan pemadaman, tim gabungan mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana, di antaranya dua unit mobil BPBD, satu mobil pemadam dari Yonif TP 898, satu unit mobil pemadam Batalyon 132/BS, satu mobil Damkar, kendaraan operasional Polsek Bangkinang Barat, serta kendaraan roda dua milik BPBD dan Yonif TP 898.
Selain itu, petugas juga menggunakan peralatan pendukung berupa selang pemadam ukuran 1,5 inci dan 2,5 inci, selang hisap, nozzle jet, serta Y-connection untuk menunjang proses pemadaman.
Adi Candra menambahkan, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama keterbatasan penerangan pada malam hari dan tidak tersedianya sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
Baca Juga: Sidak Pasar Soegih Belilias, Pemkab Inhu Benahi Drainase Area Penjualan Ikan
"Meski terdapat kendala berupa minimnya penerangan dan tidak adanya sumber air di lokasi, berkat kerja sama dan sinergi seluruh unsur yang terlibat, api akhirnya berhasil dipadamkan," ujarnya.
BPBD Kabupaten Kampar mengapresiasi keterlibatan seluruh unsur yang telah bekerja sama dalam penanganan kebakaran tersebut. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Damkar, MPA, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya penanggulangan karhutla di Kabupaten Kampar.
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, tidak melakukan pembakaran saat membuka atau membersihkan lahan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.