Universitas Pahlawan Wisuda 530 Lulusan, Perkuat Program Magister dan Siapkan Prodi Kedokteran

Kamaruddin • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:44 WIB
Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Prof Dr Amir Luthfi foto bersama  wisudawan yang lulusan terbaik pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Pascasarjana, Sarjana, Profesi, dan Diploma Tahun Akademik 2026/2027 di Pekanbaru, Sabtu (10/10/2026).(UP untuk Riaupos.co)
Rektor Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Prof Dr Amir Luthfi foto bersama wisudawan yang lulusan terbaik pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Pascasarjana, Sarjana, Profesi, dan Diploma Tahun Akademik 2026/2027 di Pekanbaru, Sabtu (10/10/2026).(UP untuk Riaupos.co)

 

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai (UP) mewisuda 530 lulusan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Pascasarjana, Sarjana, Profesi, dan Diploma Tahun Akademik 2026/2027 di Pekanbaru, Sabtu (10/10/2026).

Selain mencetak lulusan baru, universitas ini terus memperluas program studi, memperkuat kerja sama nasional dan internasional, serta mempersiapkan pembukaan Program Studi Kedokteran.

Rektor Universitas Pahlawan, Prof Dr  Amir Luthfi mengatakan, wisuda tahun akademik ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap kedua dijadwalkan pada 16 Januari 2027 dengan 593 calon wisudawan.

 Baca Juga: Sempat Bangunkan Anak saat Kebakaran, Adi Tewas dalam Tragedi 4 Rumah Terbakar di Rohul

Dengan demikian, total lulusan yang diproyeksikan mengikuti wisuda sepanjang Tahun Akademik 2026/2027 mencapai 1.123 orang. Hingga saat ini, Universitas Pahlawan telah memiliki 11.177 alumni yang berkiprah di berbagai bidang profesi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Universitas Pahlawan terus berupaya memperluas akses pendidikan dan memperkuat mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi agar dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi masyarakat,” ujar Amir dalam sambutannya.

Pada wisuda tahap pertama, Universitas Pahlawan memberikan penghargaan kepada dua lulusan dengan prestasi akademik terbaik pada jenjang pendidikan masing-masing.

 Baca Juga: SMAN 1 Telukkuantan Menang Meyakinkan atas MAN 1 Pekanbaru

Suci Amelia dari Program Studi S1 Pendidikan Matematika meraih predikat pemuncak jenjang sarjana dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,97. Sementara itu, Ria Astika Sari dari Program Studi S2 Pendidikan Dasar menjadi pemuncak jenjang magister dengan IPK 3,91.

Amir mengapresiasi pencapaian kedua lulusan tersebut dan berharap prestasi akademik yang diraih menjadi bekal untuk mengembangkan karier, meningkatkan kontribusi kepada masyarakat, serta meraih keberhasilan pada masa mendatang.

Dalam pengembangan akademik, Universitas Pahlawan telah memperoleh izin operasional untuk empat program studi baru pada 2026. Keempatnya adalah Magister Hukum, Magister Manajemen, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, serta S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga.

Penambahan tersebut membuka peluang lebih luas bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan, khususnya pada jenjang magister. Sementara itu, Program Studi S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga diharapkan dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten di bidang olahraga, terutama pembinaan olahraga di Provinsi Riau.

 Baca Juga: Pelatih Miami Desak Penggemar MLS Menikmati Lionel Messi setelah Pensiun dari Timnas Argentina

Universitas Pahlawan juga tengah menunggu penerbitan surat keputusan izin operasional untuk dua program studi lainnya, yakni Magister Pendidikan Jasmani dan S1 Pendidikan Agama Islam.

Melalui pengembangan tersebut, universitas menargetkan memiliki 32 program studi pada 2026, terdiri atas lima program magister, 22 program sarjana, tiga program profesi, dan dua program vokasi.

Menurut Amir Luthfi, penambahan program studi harus diiringi dengan peningkatan kualitas dosen, penyempurnaan kurikulum, penguatan sarana pembelajaran, serta pelaksanaan penjaminan mutu secara berkelanjutan.

Universitas Pahlawan juga terus mengupayakan pembukaan Program Studi Kedokteran untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pendidikan tenaga medis dan mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Amir Luthfi menjelaskan, pada akhir September 2026, usulan pembukaan program studi tersebut telah memperoleh rekomendasi dari LLDIKTI Wilayah XVII dan diunggah melalui portal SIAGA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tahapan selanjutnya adalah mengikuti proses penilaian dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pihak berwenang. Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala LLDIKTI Wilayah XVII beserta jajaran atas dukungan, arahan, dan pendampingan dalam pengembangan Universitas Pahlawan.

 Baca Juga: Petenis Filipina Alex Eala Berupaya Mengubah Pelajaran Asian Games Menjadi Terobosan di Wuhan Open

Sejak 2017, Universitas Pahlawan terus memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga. Hingga saat ini, kerja sama tersebut mencakup 341 institusi dalam negeri dan 36 institusi luar negeri.

Universitas Pahlawan juga mengembangkan kolaborasi dengan empat diaspora Indonesia yang berada di Amerika Serikat, Belanda, Sydney, dan Kuwait.

Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kapasitas dosen, serta membuka peluang penelitian bersama dan pertukaran pengetahuan lintas negara.

Menurut Amir, penguatan kemitraan menjadi bagian penting dari upaya membangun universitas yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.

Selain mengembangkan bidang akademik, Universitas Pahlawan memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui pengelolaan Kebun Raya Universitas Pahlawan seluas 152 hektare dan pengembangan kawasan preservasi seluas 2.139 hektare di Kabupaten Kampar.

Kawasan tersebut diarahkan untuk mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, menghadapi tantangan perubahan iklim, serta mendorong pembangunan yang berwawasan lingkungan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Universitas Pahlawan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan simposium internasional pada 8–9 Oktober 2026.

Simposium bertema “Bridging Fragmentation: The Role of Botanical Gardens and Campus Preservation Areas as Biodiversity Corridors Supporting Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS)” itu membahas peran kebun raya dan kawasan preservasi kampus sebagai koridor keanekaragaman hayati yang mendukung pelestarian Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatra.

Forum tersebut menghadirkan tujuh pembicara dari lembaga kebun raya dan pusat penelitian botani di Australia, Belanda, China, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Baca Juga: Wawako Pekanbaru Markarius Anwar Pimpin Razia PekatKetujuh pembicara itu adalah Dr Alastair Robinson dari Royal Botanic Gardens Victoria Australia, Dr Kate Delaporte dari Adelaide University Australia, Dr Roderick Bouman dari Hortus Botanicus Leiden Belanda, Theo Damen dari Belmonte dan Arboretum Gimborn Belanda, Dr Charles Cannon dari Xishuangbanna Botanical Garden China, Nur Nisha binti Moh Idrus dari Taman Botani Putrajaya Malaysia, serta Prof Madya Dr Rahayu Sukmaria dari UBD Botanical Research Center Brunei Darussalam.

Amir Luthfi menjelaskan, konservasi selama ini banyak berfokus pada taman nasional dan cagar alam. Padahal, kawasan yang dikelola perguruan tinggi juga berpotensi mendukung pelestarian lingkungan apabila dikembangkan secara terencana.

’’Kebun raya dan kawasan preservasi kampus dapat berfungsi sebagai ecological stepping stones atau titik penghubung ekologis, sekaligus biodiversity corridors yang membantu menjaga keterhubungan habitat dan keanekaragaman hayati,’’ jelasnya.a menekankan pentingnya dukungan dan kolaborasi berbagai pihak agar kawasan konservasi Universitas Pahlawan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pendidikan, penelitian, dan pelestarian lingkungan.

Menutup sambutannya, Amir Luthfi menyampaikan terima kasih kepada orang tua dan keluarga wisudawan, Yayasan Pahlawan Tuanku Tambusai, mitra universitas, pemerintah daerah, LLDIKTI Wilayah XVII, perguruan tinggi, lembaga, serta organisasi profesi yang telah mendukung penyelenggaraan pendidikan di Universitas Pahlawan.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan lulusan merupakan hasil dari proses pendidikan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari keluarga, dosen, tenaga kependidikan, hingga mitra institusi.

Kepada para wisudawan, Amir Luthfi berpesan agar ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan diterapkan secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sebagai alumni, saudara akan menjadi representasi Universitas Pahlawan di tengah masyarakat. Perilaku dan kontribusi saudara akan menjadi cerminan almamater. Karena itu, jagalah nama baik universitas dengan terus berkarya, mengembangkan ilmu pengetahuan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” pesannya.

Ia berharap para lulusan mampu melanjutkan perjalanan karier dengan menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab, sekaligus berperan aktif dalam mendukung kemajuan bangsa.

Wisuda ini menjadi momentum bagi Universitas Pahlawan untuk mengapresiasi pencapaian para lulusan sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, memperluas jejaring kerja sama, mengembangkan program akademik, dan memperkuat kontribusi terhadap pelestarian lingkungan serta pembangunan masyarakat.(kom)

 

Editor : Edwar Yaman
Universitas Pahlawan Amir Luthfi wisuda prodi kedokteran